Cegah Pemudik, 10 Pintu Masuk Kota Solo Dijaga

Gapura Makutha pintu masuk Kota Solo. (Foto istimewa)

SOLO- Polres Kota Surakarta bersama unsur TNI dan pemerintah daerah setempat bakal menjaga ketat sejumlah titik pintu masuk kota terkait mendukung larangan mudik guna menekan angka kasus COVID-19 di Solo, Jawa Tengah.

“Kami bersama petugas gabungan baik dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta bakal melakukan penyekatan dengan menjaga ketat sedikitnya 10 titik keluar masuk kota terutama kendaraan pribadi yang akan mudik,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Surakarta, Kompol Adhytia Warman Fautama Putra, di Solo, Rabu (7/4).

Menurut Adhytia Warman pada titik-titik yang akan dijaga petugas gabungan tersebut rencana didirikan Pos Pantau. Sehingga, ketika ada kendaraan pribadi yang melintas dengan nomor polisi luar kota dan ada indikasi mudik, maka petugas akan meminta untuk putar balik.

“Kami kapan waktu untuk menjaga pintu masuk kota terkait larangan mudik itu, masih menunggu petunjuk teknis Mabes Polri, dan Wali Kota Surakarta,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya memohon pengertiannya dari masyarakat, karena Pemerintah masih melarang pelaksanaan mudik untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19. Namun, secara teknik apakah pemudik harus menunjukkan identitas diri misalnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), nanti akan dibahas lagi dengan pemerintah kota.

Dia menjelaskan beberapa titik yang perlu mendapat penjagaan ketat dari petugas antara lain Tugu Mahkota Karangasem, pintu keluar tol Banyuanyar, Kleco, Tugu Lilin, Tipes, Tanjung Anom, Ringroad Mojosongo, Jurug, Jembatan Mojo Semanggi, Baturono Pasar Kliwon, dan bata skota Kaliwingko Jayengan Solo.

“Petugas kepada pemudik yang diarahkan balik berputar saat masuk daerah tidak hanya tujuan Kota Solo saja, tetapi mereka yang mudik dengan tujuan kabupaten dan kota lainnya,” katanya.

BACA JUGA :  Setya Novanto dan Ratusan Warga Lapas Sukamiskin Ikuti Tes Usap Covid-19

Oleh karena itu, petugas yang sudah memberitahukan terlebih dahulu informasi tersebut para pemudik untuk menunda acara pulang kampung yang sering dilakukan setiap tahun menjelang Lebaran, karena masih masa pendemi COVID-19.

Dia mengatakan petugas gabungan untuk larangan mudik akan bertugas menjaga di Pos pantau yang dibagi menjadi beberapa shift, dimana mereka akan berjaga selama 24 jam sepanjang masa libur Lebaran.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan patroli di jalur-jalur kampung di Kota Solo, untuk mengantisipasi jika ada kendaraan pemudik yang nekat pulang kampung.

Kendati demikian, Satlantas juga sudah menyiapkan skema pengalihan arus di titik-titik yang selama musim Lebaran menjadi simpul kemacetan arus lalu lintas. Antara lain, di kawasan batas kota Kleco, Palang Joglo, dan Tugu Mahkota. (Ant)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *