Mendikbud Saksikan Pelaksanaan Vaksinasi bagi PTK di Balikpapan

Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

BALIKPAPAN, Suaramerdekajkt.com – Dalam kunjungan kerjanya di Balikpapan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang ditujukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) se-kota Balikpapan di Dome Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pemerintah Kota Balikpapan menggiatkan vaksinasi sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi pemerintah kota Balikpapan yang telah memprioritaskan vaksinasi bagi PTK,” ujar Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim di Dome Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/4).

Langkah pemerintah kota Balikpapan, lanjut Mendikbud, untuk memberikan vaksinasi bagi PTK jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah dasar (SD) sangatlah tepat.

“Sebab, murid-murid jenjang tersebutlah yang paling sulit melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi,” tuturnya.

Mendikbud kembali menegaskan dengan segera setelah guru-guru mendapat vaksinasi Covid-19, maka PTM terbatas bisa segera dilakukan. “Tidak perlu menunggu sampai bulan Juli,” tegasnya.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 diumumkan Selasa (30/3) lalu, menyatakan bahwa setelah PTK di satuan pendidikan divaksinasi Covid-19 secara lengkap, pemerintah pusat/pemerintah daerah kantor/kantor wilayah Kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk memberikan layanan PTM terbatas, dan memberikan layanan PJJ.

Namun demikian, satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas walaupun PTK-nya belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah.

Mendikbud menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar dari PJJ adalah murid tidak bisa ke sekolah untuk berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. Ia meyakini bahwa manfaat PTM, meski terbatas pada kenyataannya sulit digantikan dengan PJJ.

BACA JUGA :  Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi terus Akselerasi Capaian Vaksinasi GTK di Daerah

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemda, warga satuan pendidikan, dan seluruh pihak yang terus bahu membahu memastikan prinsip kesehatan, keselamatan, dan tumbuh kembang anak berjalan semaksimal mungkin,” tukasnya.

Salah satu tenaga pendidik yang melakukan vaksinasi di Dome Kota Balikpapan yaitu Azam Izzati perwakilan guru dari PAUD Mutiara, Azam menyambut gembira pelaksanaan vaksinasi bagi PTK. Ia berharap semua PTK dapat segera mendapat vaksinasi Covid-19.

“Kepada rekan-rekan guru, jangan takut divaksin, supaya sehat,” ajak Azam.

Senada dengan itu, Erlin Oktyawardani, salah satu pengajar di KB dan TK Kartika 58 juga menyebut bahwa kebijakan vaksinasi bagi PTK dinilainya sangat bagus karena guru adalah garda terdepan penggerak roda pendidikan. Oleh karenanya, penting bagi pendidik untuk memiliki imunitas tubuh yang kuat dalam menyelenggarakan pembelajaran, terutama PTM terbatas.

Tak hanya vaksinasi, di lokasi yang sama Mendikbud turut menyaksikan penyerahan bantuan sumbangan biaya pendidikan (SPP) pemerintah kota Balikpapan bagi sekolah swasta yang terdampak Covid-19 dari Walikota Balikpapan kepada Lembaga pendidikan swasta, di antaranya adalah bantuan untuk SD Patra Dharma 3 sebanyak 529 siswa Rp 190.440.000, SD Alauliya 2 Balikpapan sebanyak 546 siswa Rp 196.560.000, MI Nahdhatul Ulama Balikpapan sebanyak 421 siswa Rp 151.560.000, Mts Ibnu Kaldun Balikpapan sebanyak 163 siswa Rp 99.000.000, SMP Patra Dharma 1 Balilpapan sebanyak 427 siswa Rp 256.200.000, SMP PGRI 4 Balikpapan sebanyak 533 siswa Rp 393.000.000.

Hari ini peserta vaksinasi adalah pendidik dan tenaga kependidikan dari PAUD (KB dan TK), SLB, dan SD. Adapun peserta vaksinasi yang berada di Dome Kota Balikpapan berjumlah 600 orang.

Peserta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman berjumlah 100 orang, peserta di RS Khusus Bersalin Sayang Ibu berjumlah 100 orang, peserta di Puskesmas Prapatan berjumlah 50 orang, peserta di Puskesmas Telaga Sari berjumlah 50 orang, peserta di Puskesmas Perawatan Klandasan Ilir berjumlah 50 orang, dan peserta di Puskesmas Perawatan Mekar Sari berjumlah 50 orang. (nya/69)

BACA JUGA :  KPAI Dorong Daerah untuk Jujur pada Data Kasus Covid-19 di Wilayahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *