3.600 PTK Kota Balikpapan telah Lakukan Vaksinasi

Foto istimewa

BALIKPAPAN, Suaramerdekajkt.com –  Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan vaksinasi kepada 2.600 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Dengan hadirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam kunjungan kerjanya di Balikpapan diharapkan bisa mendorong bertambahnya pengiriman dosis vaksin.

“Hari ini, tambah 1.000 orang jadi totalnya  3.600 PTK. Dengan demikian, semakin banyak PTK yang divaksinasi dan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bisa dilaksanakan segera,” katanya, Selasa (6/4).

Rizal menjelaskan 1.000 PTK yang divaksinasi dosis pertama hari ini mencakup PTK jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah luar biasa (SLB), dan sekolah dasar (SD). Sedangkan 50 di antaranya adalah PTK Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bawah binaan Kementerian Agama (Kemenag).

Terkait PTM terbatas Walikota Balikpapan menyampaikan, sejak Desember tahun 2020, Pemkot Balikpapan telah melakukan uji coba PTM di 70 sekolah. “Sebenarnya untuk PTM terbatas kita sudah siap, tinggal jumlah gurunya yang harus lebih banyak divaksinasi,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Walikota Balikpapan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim berharap dengan divaksinasinya PTK kota Balikpapan secara lengkap, satuan pendidikan dapat segera memberikan opsi PTM terbatas sesuai dengan SKB Empat Menteri.

“Tidak perlu menunggu tahun ajaran baru untuk memulai PTM terbatas,” tutur Mendikbud.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 diumumkan Selasa (30/3) lalu, menyatakan bahwa setelah PTK di satuan pendidikan divaksinasi Covid-19 secara lengkap, pemerintah pusat/pemerintah daerah kantor/kantor wilayah Kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk memberikan layanan PTM terbatas, dan memberikan layanan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

BACA JUGA :  Menristek : UKICIS Terobosan Baru Kerja Sama Riset Inovasi RI dan UK

Namun demikian, satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas walaupun PTK-nya belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah.

Mendikbud menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar dari PJJ adalah murid tidak bisa ke sekolah untuk berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. Ia meyakini bahwa manfaat PTM, meski terbatas pada kenyataannya sulit digantikan dengan PJJ.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemda, warga satuan pendidikan, dan seluruh pihak yang terus bahu membahu memastikan prinsip kesehatan, keselamatan, dan tumbuh kembang anak berjalan semaksimal mungkin,” tambahnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *