Kombes H. Agus Rohmat: Kenakalan Remaja yang Meresahkan, Perlu Bimbingan Ahklak

Demak,Suara Merdwka.Com. – Aksi geng yang di komandani seorang gadis (18 tahun) yang melakukan pengeroyokan terhadap remaja di Demak mendapat sorotan dari Agus Rohmat seorang Pamen Polri yang cinta daerah asalnya yaitu Kabupaten Demak.

Menurut Kombes Pol H. Agus Rohmat, saat ini perlu di buat suatu konsep terobosan agar anak-anak dan remaja di kampung dan kota Demak yang belum mau dan belum mampu mengenyam pendidikan di Sekolah dan madrasah ataupun pondok pesantren, dapat disiapkan guru agama Islam / guru ngaji atau pendeta sesuai agamanya secara gratis.

“Ini agar para remaja memiliki moral dan mental,” ujar Kombes H. Agus Rohmat yang menjabat Irwasda Polda DIY, Selasa (30/3/21).

Untuk tempat, sambung dia, bisa saja guru mengajar di masjid, musholla atau di suatu rumah atau tempat khusus yang di bangunkan pemda tanpa di pungut biaya apaupun.

“Tentu saja guru ngaji atau pendeta di berikan honor atau tunjangan oleh pemda, agar memiliki moral dan mental atau iman takwanya serta wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air bisa lebih di miliki generasi muda, sehingga bisa di cegah sedini mungkin kejadian seperti ini,” terangnya.

Dirinya tak menampik, meskipun sudah banyak langkah yang di lakukan dan terus akan di lakukan Pemda dan Kecamatan serta Lurah / Kades, namun perlu dukungan tokoh masyarakat.

“Bisa jadi kita sebagai sesama warga Demak juga ikut bersalah, yang penting mari bersama membangun Demak sesuai kapasitas kita masing-masing, membahu demi kemajuan Demak,” jelasnya.

Agus juga menyatakan, untuk kasus itu biar ditangani aparat penegak hukum, dari situ pasti akan ada kajian berikutnya, untuk menentukan langkah antisipasi seterusnya.

BACA JUGA :  Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin COVID-19, Menko PMK Jamin BPOM Bekerja Profesional

Di tempat lain, Wabup terpilih, KH. Ali Mahsun melalui pesan whatshap, memberi komentar terhadap usulan Kbp Agus Rohmat tersebut, ia menyampaikan: *”terimakasih, sungguh masukan yang sangat berharga”* Selasa (30/3).

Sementara itu, Tokoh Ulama KH. Ali Mahsun yang juga Wabup terpilih, saat diminta tanggapan meyatakan, setuju dengan pendapat untuk kasus diatas biar ditangani APH, dari situ pasti akan ada kajian berikutnya, untuk menentukan langkah antisipasi seterusnya.

“Bisa jadi kita sebagai sesama warga Demak juga ikut bersalah, yang penting mari bersama membangun Demak sesuai kapasitas kita masing-masing, membahu demi kemajuan Demak,” ujarnya melalui pesan whatshap, Selasa (30/3).(budi nugraha/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *