PTM akan dibuka, LLDikti Wilayah III Lakukan Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi Covid-19 secara lengkap, satuan pendidikan wajib menyediakan layanan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas, namun dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal tersebut seiring dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Khusus pada sektor pendidikan tinggi, sasaran vaksinasi ditujukan kepada dosen dan pegawai baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) yang ditargetkan akan selesai di bulan Juni 2021. Pada pelaksanaan pembelajaran, kampus diminta untuk mempersiapkan diri untuk melakukan pembelajaran secara PTM terbatas yang dilakukan secara hybrid, karena kesehatan dan keselamatan insan pendidikan harus terus menjadi prioritas.

“Sore tadi, setelah pengumuman SKB 4 Menteri, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan D.K.I Jakarta, Biro Dikmental Setda D.K.I Jakarta, Biro Kesos Setda D.K.I Jakarta, Puskesmas Kecamatan, dan para pimpinan dari 8 perguruan tinggi di Jakarta yang nantinya akan menjadi sentra vaksinasi Covid-19,” ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Agus Setyo Budi di Jakarta, Selasa (30/3).

Sementara itu, pemerintah daerah (pemda) melalui dinas pendidikan dan dinas kesehatan harus juga memastikan pemenuhan daftar periksa di setiap perguruan tinggi, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas. Selanjutnya, pemda bersama dengan Satgas Covid-19 daerah melakukan testing jika ditemukan ada yang bergejala dan melakukan tracing jika ditemukan kasus konfirmasi positif.

“Serta, menutup sementara pembelajaran tatap muka terbatas ketika ditemukan kasus konfirmasi Covid-19,” tuturnya.

Agus menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 telah diberikan kepada 650 orang pada gelombang pertama dan 447 orang gelombang kedua, dosen serta tenaga pendidik pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan LLDikti Wilayah III pada 12 dan 26 Maret 2021 silam. Dalam rangka persiapan menyambut PTM terbatas, LLDikti Wilayah III akan memastikan semua dosen dan tenaga pendidik mendapatkan vaksinasi, baik PNS maupun Non PNS.

BACA JUGA :  Dirjen Dikti : Jangan Ada Mata Rantai yang Terputus antara Perguruan Tinggi dan Industri

Sedangkan perguruan tinggi yang ditetapkan menjadi sentra vaksinasi merupakan kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran yaitu Universitas Trisakti, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Universitas Tarumanagara, Universitas Atmajaya, Universitas Yarsi, Universitas Gunadarma, dan Kalbis Institute sebagai Kampus yang memiliki Rumah Sakit.

Berdasarkan hasil diskusi, dalam waktu dekat ini vaksinasi akan diberikan untuk kurang lebih 28.000 dosen dan tenaga pendidik Non PNS, serta mahasiswa kedokteran tingkat akhir (Koas) di lingkungan LLDikti Wilayah III.

“Jumlahnya kemungkinan akan bertambah dan kami akan pastikan semuanya dapat vaksin. Pelaksanaannya akan kami infokan kemudian,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Sumber Daya Perguruan Tinggi LLDikti Wilayah III, Sri Mastuti, nersama timnya akan membuat pemetaan dosen dan tenaga pendidik di lingkungan LLDikti Wilayah III agar vaksinasi berjalan dengan lancar.

“Kami menarik data berdasarkan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK), Nomor Urut Pendidik (NUP), dan Nomor Induk Tenaga Kependidikan (NITK) yang diperoleh dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti),” kata Sri.

Saat ini, tambahnya, perguruan tinggi yang telah ditunjuk menjadi Sentra Vaksinasi akan melakukan persiapan dengan membentuk tim dan menjalankan pelatihan untuk vaksinator. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *