Dukung Percepatan Menuju UNS Berkelas Dunia Melalui Terobosan UNS Jawametrik

Rektor UNS, Jamal Wiwoho (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

SOLO, Suaramerdekajkt.com – Seperti diketahui bersama, pada salah satu acara Dies Natalis ke-45, Universitas Sebelas Maret (UNS) semakin mengukuhkan diri sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) dengan menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan yang cukup meriah dan bermanfaat (Dulce et Utile). Salah satunya, adalah Program Pemeringkatan Internasional yang digagas oleh Pusat Unggulan IPTEKS Javanologi Kajian Tradisi Jawa UNS, yaitu UNS Jawametrik.

“Program prestisius ini merupakan terobosan jitu dari PUI Javanologi UNS untuk mendukung percepatan menuju UNS berkelas dunia (Worldclass University). Program ini diharapkan menjadi pelopor sistem pemeringkatan budaya Jawa untuk lembaga internasional di seluruh dunia,” ujar Rektor UNS, Jamal Wiwoho dalam peluncuran Program UNS Jawametrik secara daring, Selasa (23/3).

Jamal menjelaskan bahwa UNS Jawametrik 2021 selain sebagai model pemeringkatan, merupakan program berbasis IT yang dirancang dengan cermat untuk memberikan informasi akurat tentang institusi/lembaga pengembang dan penangkar budaya Jawa di Dalam dan Luar Negeri.

“Basis data dan informasi yang berasal dari UNS Jawametrik akan menginformasikan berbagai pusat kegiatan dan riset, acara budaya, sumber daya, kepakaran, serta artefak budaya Jawa di seluruh dunia yang memungkinkan terbentuknya jaringan antar-lembaga pendidikan untuk terhubung dan berkolaborasi secara global,” jelasnya.

UNS Jawametrik menetapkan 11 kriteria atau indikator, yaitu jumlah institusi kajian Jawa, jumlah pakar kajian Jawa, jumlah penelitian/kajian Jawa, literatur dan koleksi pustaka tentang kajian Jawa, kolaborasi dan kerjasama yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa, acara/kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan Jawa, koleksi artefak Jawa.

Selanjutnya, tindakan/aksi yang berkaitan dengan nilai budaya dan norma Jawa misalnya berpakaian adat Jawa pada perayaan tertentu, penggunaan bahasa Jawa, pengakuan atau penghargaan yang diterima dari institusi lain berkaitan dengan budaya Jawa, digitalisasi/adaptasi berbasis teknologi kebudayaan Jawa.

BACA JUGA :  Kemenperin Fasilitasi Penguatan Link and Match Sektor Pendidikan dan Industri

“Alhamdulillah, peluncuran Program UNS Jawametrik ini mendapat sambutan yang cukup menggembirakan dari perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri. Para peserta yang berpotensi dalam UNS Jawametrik hingga awal tahun 2021 berasal dari Benua Amerika sejumlah 38 institusi, Benua Asia sejumlah 47 institusi, Benua Eropa 13 institusi, dan Benua Australia dan Oceania 6 institusi.

Berdasarkan keaktifan dan kontribusi partisipan, terdapat 27 perguruan tinggi Internasional yang memenuhi kategori. Selanjutnya dari 27 institusi tersebut disaring lagi berdasarkan data keaktifan dan kontribusinya pada pengembangan budaya Jawa sehingga tim UNS Jawametrik menetapkan Top 10 Nominee UNS Jawametrik 2021.

Berdasarkan last update on system, 20 Maret 2021 yaitu Universitas Sebelas Maret, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Leiden University, Universitas Negeri Yogyakarta, Australian National University, Universitas Negeri Semarang, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya.

“Dari 10 Nominee tersebut akan dipilih 3 Pemenang UNS Jawametrik 2021 berdasarkan 11 kriteria yang telah ditentukan, dan akan diumumkan secara terbuka pada 20 Mei 2021,” bebernya.

Tim UNS Jawametrik, berharap sistem perangkingan ini menjadi tolok ukur pengembangan kebudayaan Jawa di masa mendatang. Selain itu tentu dapat dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan tinggi dan institusi kebudayaan untuk saling berbagai informasi dan bekerjasama dalam memajukan kebudayaan dan peradaban global. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *