Perlunya Perubahan Cara Berpikir dalam Sistem Pembelajaran

SMJkt/Ist

SORONG, Suaramerdekajkt.com – Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ahmad Saufi menyatakan perlunya perubahan cara berpikir (mindset) dalam sistem pembelajaran agar penyiapan hard skills yang menjadi fokus SMK selaras dengan pengembangan karakter (soft skills) peserta didik.

“Untuk mencapai hal ini, perlu diwujudkan suatu bentuk ekosistem pendidikan yang mengedepankan suasana belajar yang menarik, nyaman, dan menyenangkan agar peserta terus memiliki motivasi untuk meningkatkan kualitas belajarnya,” tuturnya.

Ahmad Saufi berharap, kegiatan program workshop penguatan kapabilitas bagi kepala SMK yang berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan pengembangan kemitraan strategis dengan dunia kerja ini dapat mengoptimalkan persiapan SMK di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat untuk mengakses program pengembangan SMK Pusat Keunggulan (PK).

“Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program peningkatan kapabilitas manajerial kepala SMK untuk menciptakan ekosistem sekolah yang menyenangkan sehingga dapat mengoptimalkan pengembangan karakter dan potensi peserta didik,” ujarnya.

Untuk lebih menguatkan kemitraan SMK dengan dunia kerja, pada kesempatan ini juga diundang 23 mitra DUDI di wilayah Papua dan Papua Barat sebagai upaya mendukung penuh pelaksanaan link and match dengan SMK.

“Dunia usaha dan dunia industri tersebut akan duduk bersama dengan peserta workshop guna menandatangani perjanjian kerja sama berikut dengan penyusunan rencana aksi yang konkret untuk mewujudkan peningkatan kompetensi peserta didik SMK khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat,” tambahnya.

Secara umum, kegiatan workshop ini bertujuan agar peserta mempunyai pemahaman yang sama tentang GSM di sekolah, dan menghasilkan kepala sekolah yang mampu menciptakan ekosistem perubahan di sekolah. Berikutnya, para peserta mampu melaksanakan program tindak lanjut sebagai salah satu agen perubahan dalam mewujudkan ekosistem sekolah menyenangkan untuk memaksimalkan potensi peserta didik SMK.

BACA JUGA :  P2G Ragukan Kesiapan Sekolah Memenuhi Syarat Daftar Cek Protokol Kesehatan

Selain itu, para peserta secara optimal dapat mengakses program pengembangan SMK melalui aplikasi TAKOLA SMK termasuk program SMK sebagai Pusat Keunggulan Tahun 2021. Kegiatan implementasi kerja sama antara SMK dengan dunia kerja yang diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan penyusunan rencana aksi bersama.

Dengan begitu, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kerja sama dengan dunia kerja secara berkesinambungan yang akan diberikan selama kurang lebih enam bulan ke depan oleh Kemendikbud. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *