Rektor : Lulusan Universitas Bakrie Siap Bersaing di Sektor Industri

Rektor Universitas Bakrie, Sofia W. Alisjahbana (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Rektor Universitas Bakrie, Sofia W. Alisjahbana menyampaikan bahwa Universitas Bakrie memiliki visi “A globally recognized university through engagement with industries and experiential learning methods”. Dengan semangat tersebut, lulusan Universitas Bakrie disiapkan untuk siap bersaing, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi yang optimal di berbagai sektor.

“Sebagai Universitas yang didukung oleh ratusan industri yang tergabung di dalam Kelompok Usaha Bakrie, saat ini Universitas Bakrie berhasil menciptakan sejumlah inovasi yang diterapkan oleh berbagai sektor industri,” kata Rektor Universitas Bakrie, Sofia W. Alisjahbana saat telekonferensi usai prosesi wisuda ke-10 secara daring, Sabtu (20/3).

Hal ini tercermin dalam keterlibatan para peneliti Universitas Bakrie dalam program community development di beberapa perusahaan KUB. Melalui Pusat Studi Geopark Universitas Bakrie yang didukung oleh Kementerian BAPPENAS.

“Saat ini dosen serta mahasiswa Universitas Bakrie juga terlibat aktif dalam pengembangan Geopark Belitong, Geopark Batur, dan Geopark Ciletuh,” terangnya.

Di masa pandemi ini, Universitas Bakrie telah berhasil mengembangkan sejumlah terobosan akademik yang mendukung program pembelajaran yang inovatif, seperti implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, International Credit Transfer dengan Universitas di luar negeri, Dual Program dan Double Degree Program dengan Central Queensland University Australia, serta Fastrack Program S1-S2 dalam waktu 4.5 tahun.

“Pengembangan akademik ini merupakan wujud terobosan Universitas Bakrie untuk meningkatkan kualitas akademik para mahasiswa,” tukasnya.

Untuk menjadi bagian dari lulusan Universitas Bakrie, ia berharap para wisudawan mampu berperan aktif dan berinisiatif dalam menerapkan ilmu yang didapatkan demi kesejahteraan masyarakat luas. Momentum wisuda ini juga dapat dimaknai sebagai titik pertemuan antara kenangan hangat dari masa lalu dan impian besar untuk masa depan.

BACA JUGA :  Kurikulum SMK Harus Siap Tiap Saat Diintervensi oleh Industri

“Jangan pernah melupakan kampus kita. Setinggi apapun karier di masa depan yang kalian capai nantinya, jangan lupa almamater tempat di mana kalian tumbuh, berkuliah, berorganisasi dan menempa pendidikan. Pintu kami selalu terbuka selebar-lebarnya,” pesannya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *