Duta Mengajar diharapkan dapat Tularkan Pembelajaran di Daerah

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris berharap mahasiswa dapat menularkan pengalaman dan pembelajarannya di daerah hingga betul-betul nanti Indonesia bisa maju. Dari sinilah kita bangun menjadi satu ekosistem sehingga nantinya kampus dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Kampus mengajar ini terfokus ke sekolah dasar (SD) terutama di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) yang di dalam sosialisasi kemarin sudah disampaikan, demi mengasah jiwa leadership kemudian untuk berkontribusi menjadi agen perubahan dan mendapatkan pengakuan konvensi hasil belajar sampai dengan SKS,” ujarnya.

Selain dari Kampus Mengajar, 10.000 mahasiswa digerakan untuk melakukan perubahan perilaku melalui KKN tematik. Lalu juga melakukan program relawan mahasiswa kesehatan yang kita sebar untuk membantu dan mengedukasi masyarakat melalui komunikasi informasi edukasi.

“Saya titip juga kepada adik-adik mahasiswa, kalau bisa berikan edukasi juga untuk perubahan perilaku masyarakat mengenai protokol kesehatan mulai menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, karena ini penting sekali demi kesadaran anak-anak sekolah maupun di lingkungannya,” pesannya.

Aris memotivasi para mahasiswa untuk meningkatkan softskill maupun lifeskill-nya, karena nantinya para mahasiswa ini yang akan menjadi sosok yang mengatur negara ini di kemudian hari. Apabila para mahasiswa dan kampus dari salah satu kebijakan 8 aktivitas program Kampus Merdeka ini terselenggara, maka akan mendorong pengalaman menjadi SDM yang unggul sehingga Indonesia lebih maju lagi.

“Saya sangat berharap dari sekitar 15.000, angkatan yang pertama ini betul-betul punya pengalaman yang luar biasa dalam menginspirasi dalam bekerja sama dengan guru di sekolah,” pungkasnya.

Pada pembekalan hari keempat, turut hadir Pusat Data dan Informasi Kemendikbud, Elmanik Musfiko Hendro mengungkapkan bahwa kerja sama antar sektor pendidikan, sektor sosial ekonomi, sektor kesehatan harus selalu dibangun demi lahirnya tunas bangsa yang diinginkan.

BACA JUGA :  Startup Digital Akan Jadi Mata Kuliah Wajib di Perguruan Tinggi

Ia juga menjelaskan mengenai Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Nanti di sekolah itu, ada namanya operator sekolah yang mengelola dapodik sekolahnya.

“Oleh karena itu, mahasiswa pun harus dapat mengerti dan membantu dalam segi administratif sekolah sesuai penempatan,” tutur Elmanik Musfiko.

Kolaborasi harus dilakukan mahasiswa dengan Guru. Nantinya para mahasiswa  dibekali buku saku yang bisa dijadikan sebagai acuan pembelajaran untuk  diterapkan.

“Seperti contoh-contoh aktivitas pembelajaran di sana bagi mahasiswa yang mungkin dari luar prodi pendidikan, supaya bisa mendapat inspirasi dari buku saku tersebut,” terangnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *