Serahkan GeNose C19 ke MUI, Menristek Berharap Segera digunakan di Masjid

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menteristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro saat menyerahkan alat deteksi Covid-19 kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). (SMJkt/Ist)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – GeNose C19 merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas yang menggunakan teknologi terkini, yaitu dengan teknologi revolusi industri keempat dan kecerdasan artifisial. Hal tersebut disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menteristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro saat menyerahkan alat deteksi Covid-19 kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Genose C19 terhubung dengan sistem cloud computing melalui aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time. Sehingga GeNose siap dimanfaatkan secara masif oleh seluruh masyarakat Indonesia guna mendeteksi Covid-19,” ujar Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro di Kantor Dewan Pimpinan Majelas Ulama Indonesia (DP MUI), Jakarta (18/3).

Sebelumnya, GeNose C19 merupakan hasil inovasi yang dikembangkan oleh peneliti UGM untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis atau TBC sejak 2010 lalu. Namun, seiring berjalannya waktu yang cukup lama hingga munculnya Covid-19 pada 2020, tim peneliti kemudian mengalihkan alat tersebut untuk mendeteksi virus Covid-19 melalui embusan napas.

Ia berharap GeNose C19 mendapat dukungan penuh dari MUI dan segenap masyarakat agar inovasi anak bangsa bisa bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia, terutama di tengah pandemi.

“Pandemi menjadi momentum penguatan integrasi keilmuan dan kolaborasi riset dan inovasi di Tanah Air,” harapannya.

Ke depan, lanjut Bambang, hendaknya riset dilaksanakan tidak hanya berdasarkan keinginan peneliti atau perekayasa saja, namun riset dan inovasi yang dihasilkan dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap GeNose C19 dapat segera digunakan masjid-masjid, mengingat sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan, sehingga akan sangat membantu para umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah salat tarawih,” tuturnya.

Ketua MUI, Miftachul Akhyar memberikan apresiasi atas penemuan alat pendeteksi Covid-19 dari UGM, GeNose C19. Ia berharap GeNose C19 mampu memberikan layanan skrining terhadap segala kegiatan keagamaan, baik yang dilakukan oleh MUI maupun oleh organisasi lain.

BACA JUGA :  TMII Bersegera Malih Rupa.

“Kita berharap GeNose bisa dipakai untuk melancarkan kegiatan ibadah terutama umat Islam dalam melaksanakan ibadah tarawih pada bulan Ramadan, untuk memberikan proteksi, rasa aman dalam beribadah,” kata Ketua MUI, Miftachul Akhyar. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *