Sinergi AirNav Indonesia untuk Elang Flores  

TANGERANG,Suara Merdeka.Com.– AirNav Indonesia bersama dengan Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLHK) Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT), Balai Taman Nasional Kelimutu, dan Pemerintah Kabupaten Ende yang diwakili oleh Camat Wolojita berkolaborasi dalam program pelestarian Elang Flores yang saat ini keberadaanNya sudah hampir punah. Hal tersebut diresmikan melalui penandatangan kesepakatan bersama berupa Program Penelitian dan Pengembangan Adopsi Sarang Burung Terancam Punah Elang Flores sebesar Rp 478.000.000,- (empat ratus tujuh puluh delapan juta rupiah) pada Rabu (17/03), di Desa Wolojita Kabupaten Ende – NTT.
Direktur Keuangan AirNav Indonesia, Hendroyono mengatakan bahwa selain bertujuan untuk melestarikan Elang Flores, program ini juga merupakan upaya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu untuk sama-sama mendukung pelestarian satwa endemik yang saat ini telah berstatus langka dan dilindungi tersebut. Populasi Elang Flores sendiri saat ini berkisar antara 100 – 240 individu dewasa. Badan konservasi dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN) pun telah menetapkan Elang Flores pada status Critically Endangered atau satu langkah menuju kepunahan di alam karena jumlahnya yang cenderung menurun.
“Di masa pandemi COVID-19 ini, AirNav Indonesia berupaya mendukung upaya Pemerintah dalam pemulihan sektor pariwisata, yakni dengan membantu pelestarian satwa di daerah tujuan wisata.”, ujar Hendroyono. “Selain bantuan peralatan pemantauan Elang Flores seperti teropong binokular, kamera, GPS, serta pembuatan posko dan menara pantau, kami juga memberikan bantuan berupa hewan ternak seperti ayam, kambing, dan babi untuk masyarakat sekitar kawasan tersebut.”, lanjutnya.
 
Melalui bantuan ini, AirNav Indonesia berharap kelangsungan hidup Elang Flores di wilayah NTT dapat terus terjaga dengan baik. “Kami juga berharap masyarakat di sekitar kawasan Kelimutu dapat terus membangun dan menjalankan roda perekonomian di wilayah tersebut, sehingga sector pariwisata Indonesia khususnya di wilayah NTT bisa segera bangkit seperti sediakala.”, pungkasnya.
AirNav Indonesia, atau Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tanggal 13 September 2012. Perusahaan yang didirikan berdasarkan amanat UU Nomor 1 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2012 tentang Perum LPPNPI ini bertugas menyediakan pelayanan navigasi penerbangan di wilayah udara Indonesia. Selain menyediakan pelayanan navigasi penerbangan di 285 titik lokasi di seluruh pelosok Nusantara, AirNav Indonesia juga memberikan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah wilayah udara negara lain yang berbatasan dengan wilayah udara Indonesia.(budi nugraha/69)
 

BACA JUGA :  Anin Kolaborasi dengan Kadin DKI Bantu UMKM Bangkit  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *