LLDikti Ingin Kampus yang Lakukan Pelanggaran Bisa Belajar

Prof. Agus Setyo Budi (Kepala LLDikti Wilayah III) yang didampingi oleh Dr. Yaya Jakaria (Sekretaris LLDikti Wilayah III) sedang memberikan arahan terkait pembinaan Kampus di Wilayah Jakarta (SMJkt/Ist)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Mendisiplinkan perguruan tinggi tidaklah mudah. Apalagi, sejak 2018 silam, pemerintah resmi membentuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) yang sebelumnya adalah Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).

“Kami ingin kampus yang melakukan pelanggaran bisa belajar dan kami ingin seluruh sivitas akademikanya bisa bebenah diri bahu membahu, bersatu dan bekerjasama. Dari level pimpinan, manajemen, dosen, hingga mahasiswanya,” kata Kepala LLDikti Wilayah III, Agus Setyo Budi saat memberikan arahan terkait Pembinaan Kampus di Wilayah Jakarta, Rabu (17/3).

Kampus itu, lanjut Agus, ibarat kapal dan awaknya, kapal nya bocor, nakhoda-nya sakit, awak kapalnya harus bersama-sama membantu memperbaiki agar kapal tetap jalan sampai tujuan. “Sense of belonging dari seluruh pemangku kepentingan itu penting dalam membangun perguruan tinggi yang berkualitas,” tuturnya.

Hingga saat ini LLDikti Wilayah III menjalankan tugas dan fungsinya yang berpedoman kepada program kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Vokasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Terlebih pada masa pandemi Covid-19, di mana LLDikti Wilayah III memastikan penyelenggaraan perguruan tinggi tetap berjalan dengan baik.

“Hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 34 Tahun 2020 dimana LLDikti bertanggungjawab kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) serta secara teknis berkoordinasi dengan Ditjen Dikti dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi),” ungkapnya.

Kemudian, mendiseminasikan program bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seperti Kuota/Pulsa untuk dosen dan mahasiswa, bantuan UKT dan KIP Kuliah, bantuan subsidi upah kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan, menghimbau perguruan tinggi di Wilayah III Jakarta untuk dapat merelaksasi dalam hal administrasi selama pandemi dan bakti sosial perguruan tinggi bagi dosen dan mahasiswanya yang terdampak pandemi.

BACA JUGA :  Kolaborasi Ditjen Dikti dan KKI Bersinergi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kedokteran

LLDikti Wilayah III berada di Khusus Ibu kota Jakarta yang pada Maret 2021 ini membawahi 299 perguruan tinggi swasta (PTS) dan 5 perguruan tinggi negeri (PTN). Layanan yang diberikan terdiri dari kelembagaan dan sistem informasi, akademik dan kemahasiswaan, serta sumber daya perguruan tinggi. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *