Album Evolusi Logika Tremor; Memuliakan Thrash Metal.

Tremor dan Eet Syahrani serta Trison Manurung dalam rilis album terkini Tremor di Jakarta. (SM/BB).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com — Di tangan Tremor, band trash metal asal Jakarta yang berdiri tahun 2007, musik pemekak telinga dengan tempo supercepat ini, panjang usia dan mulia. Sebagai genre heavy metal yang memiliki ciri tempo supercepat dan agresif, plus menggunakan stem gitar dengan kecenderungan nada rendah dan drum supercepat, thrash metal seperti menemu rumahnya.

Tremor yang sudah menelorkan dua album, EP berjudul ‘Awal Kebangkitan‘ pada 2016 dan album ‘Penguasa‘ pada 2018 lalu, di tahun 2021 ini merilis album terkininya berjudul Evolusi Logika.

Album ini di mata Mudya Mustamin, pemerhati musik keras Indonesia, nuansa Kreator-nya terasa sekali. Katanya merujuk grup thrash metal sohor dari Essen, Jerman.

“Lagunya solid, lebih bagus dari album sebelumnya. Masih bersetia di trash metal seperti Kreator. Kualitas rekamanya oke. Sound tidak berantakan. Sekarang tergantung bandnya sendiri bagaimana mau mengangkat album ini,” kata Mudya Mustamin yang juga dikenal sebagai manajer Coklat Band, di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Album ini, sebagaimana diceritakan Iik (vokalis dan gitaris Tremor) bercerita tentang pola pikir, cara dan gaya tujuan hidup manusia. “Pesannya adalah jangan sampai salah memilih tujuan hidup, karena semua ada konsekuensinya,” katanya.

lik bersama Rino (Lead Guitar + Backing Vocal), Dikdik (Bass), dan Fikhal (Drum) mendaku meramu musikalitas album ini, dengan sangat selektif dan terperi. Serta modern. Sehingga mereka harapkan musikalitas Tremor berkualitas.

“Secara teknis album ini bagus. Karena mereka juga acap terlibat dengan saya sebagai sound enginer di beberapa proyek,” imbuh Eet Syahrani, gitaris Edane yang juga dilibatkan dalam proyek ini dalam sebuah lagu. Di luar nama Pay Burhan (BIP) dan Trison Manurung (Roxx).

Tremor dalam rilis album terkini Tremor di Jakarta. (SM/BB).

Eet Syahrani menambahkan, dari segi audio yang dia notice, oke dan mantap. “Ngga ada masalah. Tinggal konsistensi ke depannya,” katanya yang mengaku terhormat dilibatkan anak muda di skena musik yang sangat segmented, tapi tetap mempunyai pasar.

BACA JUGA :  Jam Intel Buka Sosialisasi Pengamanan Pembangunan Strategis PSN Kementrian PU

“Kalau gue diajak kolaborasi musik adalah tantangan tersendiri. Yang penting terus menjaga konsistensi aja. Di kondisi seperti ini, kita menyesuaikan aja. Kalau dulu di depan penonton (beraksi), sekarang di depan kamera ya ngga papa. Suka ngga suka,” katanya sembari memberikan nasehat untuk terus mengasah kreatifitas dan berkarya.

Do and don’t nya ngga ada, karena pasti akan kesandung (persoalan sebagai anak metal),” katanya memberikan nasehat bagaimana seharusnya bertahan di industri musik keras, yang menurut dia tidak mudah.

Hal senada diungkapkan Trison. Sembari berbagi kiat bertahan lama di industri musik ini. “Yang penting berkarya, laku atau ngga urusan lain,” katanya sembari menekankan, di skena musik ini, sandungannya akan banyak. Makanya stamina menjadi utama.

Tapi dengan kekuatan materi lagu yang dimiliki Tremor yang diaharapkan menjadi “Parkinson” ini, personil Tremor dia harapkan mampu melewati banyak sandungan yang akan di depan karir mereka.

“Keren vokalnya, sesuai dengan musiknya. Vokal Iik punya ciri khas sendiri. Penyanyi metal harus punya power dan ekspresi. Ini sesuatu. Harapannya tetep eksis. Kalau bisa sampai Parkinson, ngga Tremor doang,” kata Trison bercanda.

Album yang sangat segmented penikmatnya ini, menurut Bayu, orang nomor satu di Musicblast.id — aggregator, distributor dan publisis — yang bekerjasama dengan Tremor, dinilai tetap mempunyai pasar. Meski sedikit.

“Musik metal sedikit pasarnya, apalagi thrash metal, lebih sedikit lagi pasarnya. Tapi tetep ada. Karena penikmat musik ini, militansinya tinggi,” kata Bayu yang turut “menjual” single Edane Feat Bagus NTRL dan Roy Jeconiah (Jecovox).

Bayu menambahkan Musicblast akan menggunakan strategi marketing berdasarkan data yang akurat. Dengan harapan, sasaran iklan sampai ke penikmatnya dengan tepat. Sehingga belanja iklan menjadi lebih efisien.

BACA JUGA :  Presiden Serahkan 22.007 Sertifikat Hak Atas Tanah di Humbang Hasundutan

“Sebagai aggregator dan distributor kami optimis dengan materi album ini. Karena ada nama Eet, Trison dan Pay. Yang akan membantu secara promosi,” katanya yang akan menjual album ke sejumlah digital store selama masa pandemi.

“Kalau uda normal kondisinya, lain lagi promosinya. Kami juga akan memutar beberapa single Tremor di beberapa Radio,” katanya sembari meyakini stasiun radio sekarang mempunyai kecenderungan memutar lagu berdasarkan hits players, bukan memposisikan dirinya sebagai hits maker lagi. (Bb-69).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *