Sinergi KONI Pusat, LPDUK dan Jakpro, Awal Kebangkitan Industri Olahraga Nasional

Foto bersama. (SM/istimewa)

JAKARTA, SuaraMerdeka- Selama pandemi Covid-19, event olahraga di Tanah Air dihentikan untuk sementara. Praktis hanya kejuaraan yang bersifat online yang dapat digelar.

Seiring berjalannya waktu, satu persatu pertandingan mulai diselenggarakan, seperti sepak bola dan basket. Namun, regulasinya dibuat seketetat mungkin dengan mengacu protokol kesehatan yang ketat sesuai yang dicanangkan pemerintah.

Mulai menggeliatnya olahraga di Indonesia tersebut dibaca betul oleh KONI Pusat pimpinan Marciano Norman. Bersama dengan jajarannya, Marciano berkeinginan supaya olahraga di Indonesia tidak sekadar hanya jadi tontotan, tapi harus dijadikan industri.

Karena itu, untuk mengindustrialisasikan olahraga, KONI Pusat menggandeng Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenpora, yaitu Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) dan BUMD PT Jakarta Popertindo (Jakpro), pengelola venue Velodrome di Rawamangun. Ketiga lembaga tersebut sepakat meneken MoU atau kerjasama dengan tema “Sinergitas Pembangunan Indusrti Olahraga Nasional”.

“Saya harapkan kerjasama seperti ini bisa jadi role model bagi daerah lain agar sinergitas industri olahraga berdampak pada olahraga nasional,” kata Marciano usai meneken MoU di Jakarta International Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (15/3).

Setelah kerjasama ini, KONI Pusat berencana menyelenggarakan Kejuaraan Futsal KONI Pusat 2021 di Kompleks Velodrome. Ajang ini juga diharapkan sebagai permulaan industrialisasi olahraga di cabang futsal.

Marciano berkeinginan, tahun ini event olahraga di semua cabang bisa menggeliat kembali karena menyangkut hajat hidup banyak orang.

“Berdiam diri bukanlah hal menguntungkan karena komunitas olahraga seperti atlet, para pelatih, mereka hidupnya dari olahraga. Kalau tidak ada kegiatan, prestasi juga turun, kesejahteraan juga turun yang tidak berdampak positif bagi semuanya,” ungkap Marciano.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. (SM/istimewa)

Plt Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan KONI Pusat dan Jakpro demi kemajuan prestasi olahraga di Tanah Air. “Kami sangat bangga dan ini awal dari kebangkitan olahraga Indonesia dengan sinergitas seluruh stakeholder,” kata Firtian.

BACA JUGA :  PP PGSI Gelar Rakernas Secara Virtual

Firtian menambahkan, LPDUK juga siap memberikan pelayanan kepada masyarakat atau stakeholder bagaimana untuk pengembangan olahraga, keberhasilan industrialisasi olahraga dan sport tourism yang nantinya akan digagas KONI. “Kita tahu, olahraga industri di Indonesia belum berkembang. Tapi ada peluang ke depan bahwa Indonesia bisa untuk itu. Jadi ini suatu kebanggaan buat kita dengan adanya kerjasama dengan KONI Pusat dan Jakpro,” tambahnya.

Staf Ahli Bidang Hukum Kemenpora, Samsudin yang mewakili Menpora Zainudin Amali mendukung kolaborasi tiga lembaga tersebut. Pihaknya juga yakin MoU ini  akan memberikan keuntungan maksimal bagi semua yang terlibat di dalamnya.

Pihaknya menyarankan kerjasama tidak berhenti sampai di sini, tapi juga dapat dilakukan pada PON Papua yang akan digelar pada Oktober mendatang. Menurut Samsudin, LPDUK bisa masuk untuk membantu mencari dana sponsor demi lancarnya event di Papua.

“Nanti dana yang terkumpul melalui LPDUK bisa untuk membuat suvenir, pernik-pernik atau pun logo-logo, yang bisa menghasilkan keuntungan baik dari tiket penonton, dan seterusnya. Nantinya akan ada pemasukan bagi negara dan KONI Pusat sebagai penyelenggaranya,” kata Samsudin.

Turut hadir pada acara itu, antara lain Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Direktur Jakpro Muhammad Taufiqurrachman, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti, Wakil Walikota Jakarta Timur Hendra Hidayat, Ketua KONI DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo dan Kadispora DKI Ahmad Firdaus. (bal/68)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *