PT Bringin Gigantara Dinilai Wanprestasi

Foto istimewa

JAKARTA– PT Bringin Gigantara dinilai telah melanggar perjanjian yang dibuat dengan PT Samudra Sumber Mandiri selaku mitra kerja, dengan nilai kerugian yang ditaksir hingga miliaran rupiah.

“Kami perkirakan nilai kerugian mencapai Rp10 miliar rupiah, itu termasuk tagihan pokok dan kerugian lainnya,” ujar Direktur Utama PT Samudra Sumber Mandiri, Samudra Parsaoran melalui keterangan pers, Sabtu (13/3/2021).

Dia menjelaskan, PT Samudra Sumber Mandiri bergerak dalam bidang logistik dan mulai bekerja sama dengan PT Bringin Gigantara sejak tahun 2016. Di awal proses pelaksanaan kerja, lanjut Samudra, semuanya berjalan dengan lancar. Namun pada saat proses penagihan, tagihan PT Samudra Sumber Mandiri dibatasi hanya Rp 50 juta rupiah untuk setiap Invoice yang disetorkan, padahal pembatasan itu tidak tertuang pada Perjanjian Kerjasama (PKS).

Samudra menilai bahwa pembatasan nilai tagihan itu sangat merugikan pihaknya, dan berdampak besar pada proses penyetoran tagihannya. “Tagihan yang kami setorkan merupakan tagihan untuk pekerjaan periode 2017 sampai awal 2019. Proses penyetoran tagihan kami menjadi sangat terhambat, dikarenakan adanya pembatasan pada nilai Invoice yang disetorkan. Padahal praktiknya nilai Invoice itu sangat bervariasi, bahkan pernah dalam satu Invoice itu bernilai Rp1 miliar lebih. Dan kami harus memecahnya menjadi 50 juta rupiah per-Invoice,” jelasnya.

Selain itu, Samudra mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali mengirimkan permohonan untuk melakukan rekonsiliasi data tagihan bersama, namun tersebut tidak pernah dikabulkan. Pihaknya pernah diundang sekali oleh PT Bringin Gigantara dengan agenda penyampaian hasil data verifikasi tagihan. Namun bukannya mendapatkan informasi mengenai hasil verifikasi tagihan, pihaknya malah diminta untuk menandatangani draft kesepakatan baru.

Dia menegaskan, pihaknya menolak draft tersebut karena sangat tidak sesuai dengan kebijakan PKS yang telah disepakati sebelumnya. Samudra berharap agar pimpinan dari PT Bringin Gigantara mau melakukan rekonsiliasi data administrasi.

BACA JUGA :  Pelabuhan Tanjung Priok Menuju Pelabuhan Green Port dan Smart Port

“Kami berharap ada kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan rekonsiliasi data administrasi dengan kami,” kata Samudra.

Dihubungi terpisah, Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bringin Gigantara, Sujadi mengakui adanya permasalahan dengan PT Samudra Sumber Mandiri. Namun, pihaknya pasti dan akan melakukan pembayaran jika sesuai dengan data tagihan yang mereka miliki.

“Kami siap melakukan pembayaran sesuai nilai yang kami anggap benar. Ada beberapa hal yang menurut kami terkait data di administrasi yang tidak sesuai,” kilahnya.

Sujadi mengatakan, pihak Samudra secara tiba-tiba memberikan tagihan senilai puluhan miliar rupiah untuk segera dibayar oleh manajemen baru saat ini. “Tentu saja hal ini membuat kaget manajemen baru. Tiba-tiba disodorkan tagihan yang banyak atas pekerjaan yang terjadi di manajemen lama. Diberikan tagihan itu di tahun 2020, sementara agak sulit mengumpulkan bukti-bukti dari daerah,” katanya. (Wisnu Wijanarko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *