Dasbor IKU PTN Bantu Perguruan Tinggi Awasi Capaian IKU

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Dasbor Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri (IKU PTN) berguna untuk membantu perguruan tinggi mengawasi capaian IKU yang dihitung berdasarkan poin pencapaian target dan pertumbuhan capaian, serta pengurangan poin jika ada temuan audit.

Sebelumnya, melalui Merdeka Belajar episode enam, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan Delapan Indikator Kinerja Utama (8 IKU) yang meliputi lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus.

Selanjutnya, hasil kerja dosen digunakan masyarakat/ mendapat rekognisi/ pengakuan internasional, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta program studi berstandar internasional. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Mendikbud Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Pendidikan Tinggi.

“Capaian Nilai IKU digunakan sebagai dasar memberi insentif BOPTN,” ujar Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dkti), Nizam menambahkan dengan Dasbor IKU, PTN bisa menilai kinerja instansi yang mereka pimpin dan merencanakan kinerja ke depan, sehingga mulai dari prosesnya sudah bisa dikelola, agar mencapai hasil sesuai target.

“Harapannya, dengan Dasbor IKU, pengawasan Delapan IKU bisa berjalan sesuai rencana, dikelola dengan baik, dan kalaupun muncul hambatan, bisa diminimalisir,” tambah Nizam.

Selain Dasbor IKU, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga meluncurkan aplikasi Command Center, suatu layanan data pendidikan tinggi terpadu yang berfungsi membantu memantau keseluruhan aktivitas dan program pendidikan tinggi lewat berbagai aplikasi data. Aplikasi ini berfungsi mendukung koordinasi, monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan dan diseminasi tridarma perguruan tinggi.

“Fasilitas ini juga berperan sebagai wadah berbagai pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dan berbagi informasi seputar program dan kebijakan di bidang pendidikan tinggi, seperti Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Kedaireka hingga bantuan pemerintah seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan bantuan kota,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kemendikbud akan Evaluasi Perguruan Tinggi Berdasarkan Delapan IKU

Melalui Command Center, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), kementerian atau lembaga lain dapat mengakses informasi terkait pengembangan dunia pendidikan tinggi. Lokasi Command Center bertempat di Gedung D Lantai 10, Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Nizam menjelaskan bahwa data Command Center berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Ia berharap, Command Center bisa berfungsi memantau perkembangan, mengelola, dan mengawasi pendidikan tinggi secara real-time.

“Kita bisa memantau berbagai dinamika di perguruan tinggi kita secara real time/online. Misalnya, jumlah dosen kita hari ini ada 312.890 dosen, beserta sebarannya di berbagai prodi dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Command Center, jelas Nizam, juga memantau berbagai program Kampus Merdeka yang tengah berjalan. Seperti Program Bangkit, yang saat ini sedang diikuti oleh 3.216 peserta.

“Di sini, kita juga bisa melihat informasi sebaran dan perguruan tinggi mereka. Contoh lain, ada 8.483.213 mahasiswa kita, dari Sabang sampai Merauke, beserta informasi distribusi prodi dan asal mereka,” jelasnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *