PJJ Luring Butuh Modul Pembelajaran yang Sesuai Bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Salah satu daerah yang mengalami kesulitan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) adalah Kabupaten Belu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen Pauddasmen), Sri Wahyuni.

“Kabupaten Belu belum terjangkau listrik dan jaringan internet. Terdapat empat ribu lebih siswa yang tersebar di 12 kecamatan yang tidak dapat mengakses PJJ. Sementara, PJJ luring membutuhkan modul pembelajaran yang sesuai bagi siswa, guru, dan orang tua,” ujarnya melalui seremoni penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan PT Tirta Investama yang diselenggarakan secara daring, kemarin.

Menjawab kebutuhan tersebut, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menguraikan bahwa Danone telah menggandakan sebanyak 33.480 buah modul pembelajaran untuk pendidikan jenjang sekolah dasar (SD) bagi peserta didik, guru, dan orang tua dan akan didistribusikan untuk 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Selain itu, Danone Indonesia juga memperkaya program edukasi dengan memberikan materi tambahan untuk anak-anak, guru dan orang tua, yang mencakup tema : hidrasi sehat, pengembangan potensi peserta didik, gizi seimbang, dan pengolahan sampah.

“Mengingat, jenjang SD menjadi yang paling terdampak akibat pelaksanaan PJJ. Jumlah SD cukup banyak, dan kemampuan masing-masing satuan pendidikan itu beragan, maka butuh pendampingan,” imbuhnya.

Sri mengucapkan rasa terima kasih kepada Danone Indonesia yang sudah memberikan dukungan penggandaan, pencetakan, dan distribusi modul pembelajaran, khususnya bagi daerah yang sulit diakses tersebut.

“Kemendikbud siap bermitra dan mendorong Danone Indonesia, maupun pihak-pihak lain dalam mendukung upaya peningkatan kualitas belajar dan layanan pendidikan di seluruh satuan pendidikan dan jenjang pendidikan,” ungkapnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Mendikbud : Guru Penggerak Mereka yang Haus akan Ilmu untuk Terus Belajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *