Menristek : Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Bisa dikategorikan Ekonomi Sirkular

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengapresiasi upaya pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah melakukan kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam menanggulangi tumpukan sampah yang ada di Bantar Gebang ini. Hal ini sesuai dengan konsep dalam mengatasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Di mana pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa dikategorikan sebagai ekonomi sirkular, yaitu proses produksi yang tidak pernah berhenti dan berupaya menghasilkan zero waste. Dulu sampah hanya menjadi sampah saja atau waste to waste, maka sekarang juga dapat menjadi energi atau waste to energy,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro.

Bambang menambahkan, hal ini merupakan contoh baik dari sinergi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam menghasilkan inovasi untuk menjawab masalah bangsa. Ke depan Kemenristek/BRIN dan BPPT berusaha untuk dapat membuat lebih banyak Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai daerah di Indonesia untuk mengurangi masalah sampah yang ada.

“Saya berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menanggulangi permasalahan sampah ini,” ujarnya.

Cara kerja PLTSa adalah dengan membawa panas pada gas buang hasil pembakaran sampah yang kemudian digunakan untuk mengonversi air dalam boiler menjadi steam. Steam yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin yang selanjutnya akan menghasilkan energi listrik.

Sebagian besar peralatan yang digunakan merupakan produksi dalam negeri. Di mana terdiri dari empat peralatan utama yaitu bunker yang terbuat dari concrete dilengkapi dengan platform dan crane, ruang bakar yang dilengkapi boiler system reciprocating grate yang didesain dapat membakar sampah dengan suhu di atas 9500 °C sehingga meminimalisir munculnya gas buang yang mencemari lingkungan, sistem pengendali polusi, dan unit steam turbin pembangkit listrik.

BACA JUGA :  IPW: Empat Oknum Polisi "Merampok" Malah Jadi Kombes.

Dengan kapasitas 100 ton sampah per hari PLTSa Bantar Gebang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 731,1 kWh. Sejak Februari hingga Oktober 2020, PLTSa Bantar Gebang telah membakar sebanyak 8.190 ton sampah dan telah menghasilkan energi listrik sebanyak 583,95 MWh atau sekitar 110 kWh per ton sampah. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *