Kemendikbud Sosialisasikan Program Kreativitas Mahasiswa

SMJkt/Ist

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menyelenggarakan Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2021. Menurut Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP), Yudi Harianto bahwa pada awalnya PKM 2021 dibuat terpisah.

Tetapi pada perkembangan selanjutnya disatukan antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) yang diberi nama PKM Karya Inovatif (KI).

Pedoman yang sudah diluncurkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit. Belmawa), Ditjen Dikti sesuai kesepakatan di dalam pedoman PKM KI disebutkan bahwa tidak direvisi, tetapi peruntukkannya tidak hanya untuk S1, tetapi ditambahkan D3 dan D4 (sarjana terapan).

“Artinya, semua PKM 2021 yang sekarang ini menjadi sembilan skema, peruntukkannya untuk S1, D3, dan D4. Kemudian, laman yang digunakan tetap memakai alamat simbelmawa.kemdikbud.go.id,” ujar Yudi.

Terdapat sembilan skema PKM saat ini, yakni PKM Riset (PKM Riset Eksakta & PKM Riset Sosial Humaniora) (PKM RE/PKM RSH), PKM Kewirausahaan (PKM K), PKM Pengabdian Masyarakat (PKM PM), PKM Penerapan IPTEKS (PKM PI), PKM Karsa Cipta (PKM KC), PKMGagasan Futuristik Konsruktif (PKM GFK), PKM Karya Inovatif (PKM KI), PKM Gagasan Tertulis (PKM GT), dan PKM Artikel Ilmiah (PKM AI).

Sementara itu, penanggungjawab PKM Tahun 2021, Indwiani Astuti mengatakan bahwa yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah adanya isu strategis terkait penyelarasan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Materi yang diajarkan di lembaga pendidikan perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri karena lulusan pendidikan vokasi yang tidak terserap oleh dunia industri akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.

“Padahal, kebutuhan lulusan D3 dan D4 ini meningkat dan sangat dibutuhkan sejalan dengan Revolusi Industri 4.0,” kata Indwiani.

BACA JUGA :  KKN Tematik Bangun Mahasiswa untuk Lebih Adaptif dan Kreatif di Masa Pandemi

Ditjen Diksi dan Profesi, lanjut Indwiani, melalui kelompok kelembagaan akan melaksanakan penguatan program untuk meningkatkan relevansi program studi dengan kebutuhan industri dan serapan keterpakaian lulusan oleh dunia usaha dan dunia industri. Oleh karenanya, ia mengatakan, untuk menunjang hal tersebut, dibutuhkan suatu strategi pengembangan pendidikan tinggi vokasi.

“Strategi tersebut berupa peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan tinggi vokasi melalui kemitraan strategis dengan industri yang akan difasilitasi dengan peningkatan kualitas SDM dan relevansi sarana prasarana,” tuturnya.

Peningkatan kualitas ini berjalan melalui sebuah reformasi pendidikan. Reformasi ini mengajak mahasiswa untuk menjadi lulusan yang terampil, unggul, kompetitif, adaptif, fleksibel, produktif, dan berdaya saing dengan karakter Pancasila.

“Tentunya, mahasiswa ini ditingkatkan minat dan bakatnya dan hal ini sesuai dengan apa yang pernah disampaikan Mendikbud, yang mengatakan Kampus Merdeka adalah Merdeka Belajar,” terangnya.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjadikan mahasiswa itu kreatif. Kreatif merupakan suatu penjelmaan integratif dari pikiran, perasaan, dan keterampilan.

“Jadi, apabila mahasiswa mengikuti PKM, itu adalah upaya untuk mengasah mahasiswa menjadi kreatif sesuai minat dan bakatnya. Kreativitas inilah yang akan menjadi kunci utama penilaian PKM sehingga lulusannya menjadi kreatif dan siap bersaing dengan perubahan global,” harapannya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *