APMI dan Institusi Terkait Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi.

Anas Syahrul Alimi. (Dok Pribadi).

Tuntut Roda Industri Kreatif Digulirkan Secara Bertahap.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan 14 asosiasi terkait, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi.

Isi surat yang ditembuskan yang kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Ketua Komisi X DPR RI, Menteri Kesehatan RI, dan Ketua Satgas Covid-19 Nasional, itu menuntut agar Presiden Jokowi segera membuka kran perijinan terkait dengan industri hiburan. Yang selama setahun ke belakang mandeg karena gebukan pagebluk Covid-19.

Dengan dibukanya kran perijinan industri hiburan, diharapkan APMI dan 14 asosiasi terkait roda industri kreatif dapat digulirkan secara bertahap. Dengan tetap mematuhi standar kesehatan yang telah ditentukan dan disepakati bersama.

“Yang pasti kami patuh dengan regulasi kesehatan yang ada, dengan menerapkan prokes yang terukur,” kata Anas Syahrul Alimi, perwakilan dari APMI di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

CEO Rajawali Indonesia Communication itu melanjutkan, saat ini adalah saatnya pelaku dunia kreatif, yang dengan segala kepatuhannya, menghentikan semua kegiatannya, selaras anjuran pemerintah. Dan setelah setahun ke belakang, patuh dengan anjuran negara, inilah saatnya harus terlibat lebih aktif, ikut menyelesaikan pandemi lewat pengalaman, kapasitas dan jejaring yang mereka miliki.

“Supaya ekonomi kreatif kembali bergulir. Apalagi vaksin sudah ditemukan, dan saat ini proses vaksinasi terus dan masih berjalan,” imbuh Anas.

Berikut adalah Surat Terbuka APMI dan 14 asosiasi terkait kepada Presiden Jokowi;

Yang mulia Bapak Presiden yang kami hormati,

Bulan ini, setahun lalu, Bapak Presiden Jokowi mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Sejak itu, kehidupan kita tak pernah lagi sama.

Kita terpaksa beradaptasi dengan mode pasif: bertahan dari virus dan kematian, dari keputusasaan dan pesimisme, hingga kekecewaan dan hasrat saling menyalahkan.

Setelah setahun berlalu, ternyata banyak yang mampu bertahan. Kita semua, yang berhasil bertahan sejauh ini, bisa menyaksikan dimulainya vaksinasi; dan dari sanalah kita bisa melihat terang.

Penting untuk merespons momentum itu dengan langkah terukur. Caranya dengan menggerakkan sektornya sebagai bagian penyelesaian pandemi dan dampak-dampaknya.

Sejak Maret tahun lalu, hingga kini, kami menghentikan keramaian demi melindungi kesehatan masyarakat.

Kini tibalah saatnya kami terlibat lebih aktif menyelesaikan pandemi lewat pengalaman, kapasitas dan jejaring yang kami miliki.

Ya, kami ingin memulai lagi, tapi kami sangat ingin memulainya dengan hati-hati. Tergesa-gesa akan membuat terang yang mulai tampak bisa padam kembali karena kecerobohan.

Pengalaman melewati pahitnya bulan-bulan paling kritis pandemi menjadi bekal untuk menyikapi momentum dengan kepala dingin.

Hiburan memang penting, tapi kami sadar tak ada yang lebih penting selain keselamatan.

Kami memang ingin sektor kami bisa berjalan kembali, namun kami tahu bahwa kami tidak boleh egois sehingga wajib mengintegrasikan kerja-kerja kami dengan agenda penyelesaian pandemi.

Kami memiliki jejaring persona yang punya kapasitas mempengaruhi pengikutnya untuk menyukseskan kampanye vaksinasi nasional.

Reputasi dan pengalaman kami di bidang event (baik corporate, private hingga social event) dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengelola aktivasi kampanye vaksinasi.

Seiring makin berlimpahnya pasokan vaksin, padu-padan antara event kecil, sedang dan besar dengan agenda vaksinasi masyarakat menjadi mungkin direalisasikan bersama.

Beri kami kepercayaan memutar lagi roda industri kreatif secara bertahap.

Kami siap menjalankan CHSE, penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) yang telah disiapkan Kemenparekraf — dan kami bersedia diaudit setiap saat.

Reputasi kami selama ini salah satunya terbentuk oleh kenyamanan dan keselamatan penonton (publik) saat menikmati apa pun bentuk dan skala kegiatan kami.

Dengan rendah hati kami menawarkan diri memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mendukung agenda pemerintah menuntaskan pandemi dan dampak-dampaknya, baik dampak pada kesehatan masyarakat hingga pada seni dan budaya. (Bb-69).

BACA JUGA :  Agar Aman dari Covid19, Begini Tip Masker dari IKEA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *