Menelisik Kiprah Wisnu Wizzy Wardhana

MUDA, berprestasi; 2 kata yang pantas dialamatkan kepada sosok Wisnu “Wizzy” Whardana, pria tampan yang kini menjabat Kepala Bagian Organisasi dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla):
“Luwes, kreatif dan inovatif”.Itulah Wizzy, yang selalu menyapa dan ramah ini.
Sebelumnya, mas Wizzy kerap dia dipanggil, menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Ditjen Perhubungan Laut yang kini dijabat oleh Benny Sanjaya.
Selama menjabat sebagai Kasubag Humas Ditjen Perhubungan Laut, Wisnu “Wizzy” Wardhana dianggap sukses melakukan berbagai terobosan untuk membentuk citra positif Ditjen Perhubungan Laut. Ia mampu membina hubungannya yang baik dengan sesama kolega, baik internal maupun eksternal. Termasuk juga hubungan baik dengan kalangan pewarta.Puncaknyan, Mas Wizzy termasuk salah satu staf muda yang dilantik oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Jumat (13/12/2019), melantik 592 pejabat eselon II hingga eselon V di Kementerian Perhubungan.
Cukup banyak buah prestasi yang di dirajut mas Wizzy ini.Berbagai kegiatan Ditjen Perhubungan Laut kerap terlaksana secara sukses.Kampanye keselamatan laut, keamanan laut dan kebersihan laut. Belum lagi dorongannya yang terus menerus dalam mendukung program Ditjen Perhubungan Laut sebagai garda terdepan regulator.
Menurut Wizzy, -Humas Pemerintah merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja Pemerintah. Sepanjang mengemban jjabatan Humas, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) gencar melaksanakan berbagai kegiatan tentang kehumasan. Itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat, terutama menghadapi perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi. 
“Pak Dirjen sangat perhatian pada aspek kehumasan ini. Pak Menteri pun sudah berikan apresiasi bahwa Hubla sangat responsif terhadap berita-berita yang perlu diluruskan. Karena saat ini banyak sekali hoaks, banyak sekali berita-berita yang merupakan opini-opini bebas tanpa ada data maupun fakta,” ucap dia.
Lebih lanjut kata dia, Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik telah mengamanatkan bahwa seluruh informasi yang dikuasai badan publik menjadi terbuka untuk masyarakat kecuali yang informasi dikecualikan. Sehingga semakin mendorong pada penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka (open government).
Karena itulah, setiap badan publik seperti Ditjen Hubla termasuk seluruh UPT di daerah dituntut mampu memberikan akses informasi bagi masyarakat luas karena pada dasarnya informasi merupakan milik publik. Sehingga sudah selayaknya masyarakat dapat mengakses informasi publik tersebut dengan mudah, cepat, efektif dan efisien.
Hal utama dalam pelayanan publik adalah bagaimana bisa berempati kepada masyarakat. Jadi pelayanan publik itu yang terutama adalah bisa berempati atas apa yang dirasakan oleh masyarakat yang kita layani. Kita adalah pelayan masyarakat, untuk memberikan pelayanan kita harus berempati bahwa apa yang dibutuhkan masyarakat itulah yang diberikan. Salah satu program yang Hubla yang terbilang sukses adalah Social Media Respons Team (SMRT) bentukan Ditjen Hubla yang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan informasi. Di mana SMRT merupakan jawaban terhadap kesiapan Ditjen Perhubungan Laut dalam menghadapi tantangan terhadap penyebaran informasi yang bergerak cepat melalui berbagai saluran komunikasi yang salah satunya adalah Media Sosial.
Untuk itu, dia senantiasa mengajak
Iuntuk selalu memberikan postingan yang positif dan bermanfaat di media sosial.(budi nugraha/69)

BACA JUGA :  #DIKSI MARATON | Diskusi Industri Musik dan Musisi Episode 4: Wanita di Industri Musik Tanah Air: Antara Berkeluarga dan Mengejar Cita-Cita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *