Prodi Sarjana Terapan Lebih Spesifik dibandingkan Jenjang Sarjana

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang ruang lingkup sarjana terapan, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto menjelaskan bahwa sarjana terapan (D4) memiliki program studi (prodi) yang lebih spesifik dibandingkan dengan jenjang sarjana. Beberapa contoh nama prodinya, yaitu Akutansi Sektor Publik, Manajemen dan Penilaian Properti, Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis, dan lainnya.

“Dari namanya saja, sarjana terapan ini dirancang spesifik, jadi kurikulum sarjana terapan dan D2 harus menyangkut apa yang dibutuhkan industri,” jelas Wikan Sakarinto.

Oleh karena itu, Kemendikbud mengajak dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menjalin kerja sama dengan tenaga pendidik di Perguruan Tinggi Vokasi untuk membenahi kurikulum, metode belajar mengajar, serta strategi riset. Harapannya, dengan menikahkan pendidikan vokasi dengan industri banyak manfaat yang bisa diambil kedua belah pihak.

Seperti dijelaskan oleh Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT. PLN (Persero), Syofvi Felianty Roekman yang merasakan keuntungan saat melakukan rancangan kurikulum bersama tenaga pendidik di pendidikan vokasi. Di mana setelah merancang kurikulum bersama, industri akan mengawasi dan melihat perkembangan dari para peserta didik agar sesuai dengan kebutuhan industri.

“Manfaatnya apa bagi kami? Pak Wikan sudah menjelaskan lulusan membekali 60 persen praktek dan 40 persen, jadi di kami dapat mempercepat On Job Training (OJT) bagi anak-anak D4 dan ini merupakan efisiensi bagi kami,” jelas Syofvi.

Syofvi juga menceritakan bahwa lulusan dari sarjana terapan (D4) yang sudah bekerja di PT. PLN (Persero). Bahwa dengan perancangan kurikulum bersama, membuat para lulusan sarjana terapan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri dan lebih siap kerja karena mereka lebih mengetahui situasi pekerjaan yang dituju. (nya/69)

BACA JUGA :  Kedaireka Siap Berikan Layanan Kolaborasi antara Insan Dikti dan Industri 24 Jam Sehari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *