ABUPI Siap Bangun Lima Pelabuhan Jateng: Respon Positif Instruksi Menhub

JAKARTA, SuaraMerdekaJkt.com – Rencana Menteri Perhubungan Republik Indonesia  Budi Karya Sumadi membangun lebih banyak pelabuhan direspon positif dan antusias oleh Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Tengah Mindo H. Sitorus. Menjadi penting dan strategis mengingat keberadaan pelabuhan merupakan penggerak perekonomian nasional dan sebagai titik simpul jaringan tranportasi laut sekaligus sebagai pintu gerbang perdagangan regional dan internasional.

Sebagai Korwil ABUPI Jateng, Mindo menyatakan siap mendukung tiga kebijakan Menhub terkait pengembangan pelabuhan nasional, yakni bagaimana bisa mendorong investasi swasta yang ramah, mendorong persaingan pemberdayaan peran penyelenggaraan pelabuhan, serta mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman, nyaman, dan terjamin keberlangsungan bisnis.

“Kebijakan pelabuhan nasional yang disampaikan Menhub pada peringatan HUT ke-6 ABUPI lebih diarahkan pada upaya mendorong investasi swasta, mendorong persaingan pemberdayaan dan peran penyelenggara pelabuhan serta mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman dan terjamin patut kita sambut positif dan dukung secara optimal,” ujar Mindo di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Guna mendukung kebijakan tersebut, Menhub Budi Karya sangat berharap agar ABUPI dan asosiasi lainnya dapat semakin meningkatkan komitmennya untuk terus melahirkan berbagai inovasi terkait aktivitas bisnis. Pemerintah juga berkeinginan meningkatkan kinerja saling sinergis di situasi sulit akibat dampak pandemi Covid-19. “Ini yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” ungkap Menhub Budi Karya dalam siara pers yang diterima SuaraMerdekaJkt.Com kemarin.

Selain asosiasi, Budi Karya juga mengajak kepada para pemangku kepentingan terkait lainnya untuk meningkatkan sinergi bersama pemerintah, khususnya dalam rangka memajukan sektor pelabuhan di Indonesia sehingga impian Ibu Pertiwi untuk memiliki pelabuhan yang berdaya saing dapat terealisasi dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan itu Mindo menegaskan kesiapan anggota ABUPI bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui sinergi dengan Pemprov Jateng dalam pengembangan lima pelabuhan di Jateng, yakni pelabuhan yang berlokasi di Semarang, Kendal, Rembang, Batang, dan Brebes. “Khusus Pelabuhan Kendal, kami sedang menunggu waktu beraudiensi dengan KSOP Semarang untuk menyampaikan kembali minat kami melakukan kerja sama pemanfaatan pelabuhan Kendal, baik dengan pemerintah daerah maupun dengan BUMN,” ungkap Mindo. “Sedangkan kerja sama pengembangan Pelabuhan Batang saat ini masih menunggu proses konsesi Pelabuhan Rembang.”

BACA JUGA :  Repower Optimistis Properti Bangkit 2021

Pengembangan lima pelabuhan di Jateng dapat menggunakan skema konsorsium antara pemprov/pemkab/pemkot, BUMN, BUMD, dan swasta. “Dengan skema konsorsium ada sharing saham, sehingga diharapkan dari sisi permodalan dan perizinan pengembangan pelabuhan kian cepat. Sehingga asa untuk pemulihan ekonomi pun tercapai,” jelasnya. “Saat ini di Jateng ada tiga perusahaan yang sudah menjadi anggota ABUPI, dan ada sekitar sembilan perusahaan yang mengelola Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan semuanya berpotensi menjadi anggota ABUPI,” ungkap Mindo.

Mindo mengingatkan, upaya pemulihan perekonomian akan melalui proses yang panjang. Peran pelabuhan menjadi sangat penting dan perlu adanya sinergitas di antara pemangku kepentingan, kepelabuhanan, pelayaran, logistik, dan political will dari pemerintah untuk memastikan transaksi perdagangan berjalan lancar. Dengan begitu rantai pasok pasokan dan permintaan kebutuhan pokok rakyat akan selalu terjaga.

“Di sinilah pentingnya Pemprov Jateng membangun lima pelabuhan, agar roda perekonomian bisa segera pulih dan ketika manajemen rantai pasok efektif, dapat menurunkan biaya keseluruhan perusahaan dan meningkatkan profitabilitas. Jika satu tautan rusak, itu dapat memengaruhi sisa rantai pasok dan bisa mahal,” ujar Mindo. “Di samping itu, pembangunan lima pelabuhan tersebut juga merupakan salah satu upaya mengimplementasikan amanat UU Cipta Kerja melalui PP Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran.”

Saat ini, lanjut Mindo, salah satu konsesi yang sedang berproses adalah Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Sejak 2007, Bangun Arta Group melalui PT Pelabuhan Rembang Kencana telah mengembangkan pelabuhan ini dan kini bakal berkolaborasi dengan Pemda dan BUMD setempat. “Pelabuhan Rembang Terminal Sluke sedang menuju konsesi. Konsep kolaborasi itu bisa kita terapkan di Pelabuhan Kendal, dan juga pelabuhan lainnya,” jelasnya

BACA JUGA :  Komunitas Otomotif Toyota Sienta Community Indonesia ( TOSCA ) Chapter PURWASUKA ( Purwakarta Subang Karawang ) melaksanakan kegiatan bakti sosial Peduli Banjir di wilayah karangilar Karawang

Direktur Utama PT Pelabuhan Rembang Kencana ini berharap dalam tiga bulan ke depan pihaknya bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat membuat hasil konkret mengenai rencana pengembangan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Mindo memastikan saat ini Pelabuhan Rembang Terminal Sluke sedang melalui proses pengapalan barang yang nilainya sudah mencapai jutaan ton. Hal itu tentunya turut mendongkrak perekonomian dan daya beli masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *