UVO Jateng Antarkan Produk UKM Go Internasional

UKM Virtual Expo. (SM/Jatengprov)

SEMARANG – UKM Virtual Expo (UVO) Jawa Tengah mampu membawa produk UKM di Jawa Tengah go internasional. Ajang yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah tersebut telah berjalan untuk kali ketiga.

Ketertarikan konsumen dari mancanegara bahkan menyumbang omzet cukup tinggi. Yang didapatkan dari UVO 2020 sesi 1 dan 2 mencapai Rp4,4 miliar. Terbesar dari produk keramik Naruna Salatiga dengan nilai Rp1,786 miliar, dengan konsumen dari Qatar, India, Singapura, dan di beberapa daerah di Indonesia.

Produk lain yang juga cukup banyak permintaan antara lain Nasrafa Kain Lukis Rp170 juta, tas JF Bag Rp71,5 juta, dan tas batik Andjani Rp275 juta. Datangnya konsumen, terutama dari luar negeri karena akses informasi berbasis online mudah didapat.

Dengan keberhasilan tersebut, ajang UVO kembali digelar untuk kali ketiga, dan resmi dibuka 16-18 Februari 2021. Tema yang diusung “Food and Bevearage“.

Kabid Binus dan Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Julie Emmylia menuturkan, UVO menjadi solusi bagi usaha kecil dan menengah untuk tetap bergairah di tengah pandemi Covid-19. Ajang UVO 2021 akan digelar secara reguler, dua bulan sekali. Setiap sesi akan dibikin tema-tema tertentu.

“Sesi satu UVO 2021 fokus pada tema food and bevearage. Jadi, UKM yang dimunculkan sesuai tema,” ujarnya.

Ditambahkannya, ada 150 UKM yang ikut serta di UVO sesi 3, ditambah peserta tahun lalu total jadi 325 UKM yang ikut. Jumlah yang produk yang dijual 3.420 jenis. UKM berikut produknya bisa diakses melalui www.ukmvirtualexpo.com.

“Memang ada beberapa produk yang go internasional, itu karena konsumen mengakses melalui online. Di masing-masing toko atau UKM ada form untuk diisi data pembeli dan produk yang telah terjual berikut besarannya. Data bisa kita lihat dari laporan form itu,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dukung Pembangunan Infrastruktur Dengan Kesiapan industri hingga sumber daya material konstruksi

Ia berharap, UVO tahun ini mendapat respons baik dari konsumen, dan menambah omzet.

“Dari dua sesi yang digelar tahun lalu omzetnya mencapai Rp4,4 miliar. Tahun ini harapannya bisa bertambah lagi,” tandasnya. (H81)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *