3.122 Proposal Penelitian Terima Pendanaan Penelitian PTN BH

Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati. (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Penerima pendanaan penelitian untuk perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH) tahun 2021 ini berjumlah 3.122 proposal penelitian yang diseleksi dari 3.545 proposal yang diajukan. Khusus untuk PTN BH, seleksi substansi proposal penelitian dan anggarannya dikelola secara mandiri oleh PTN BH namun tetap dalam koordinasi dan pengawasan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristek/BRIN.

Menurut Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati, pengajuan proposal penelitian berdasarkan beberapa skema pendanaan penelitian, yaitu Penelitian Kompetitif Nasional dan Penelitian Desentralisasi.

“Koordinasi dan pengawasan tetap melalui kami, agar penelitian tersebut selaras dengan kebijakan yang sudah dikeluarkan Kemenristek/BRIN. Agar kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di PTN BH berdampak pada kesejahteraan rakyat secara terprogram dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dimyati menjelaskan bahwa PTN BH menjadi perguruan tinggi yang diharapkan mampu menghasilkan produk riset inovasi yang dapat membantu menangani permasalahan ekonomi, penanggulangan Covid-19 dan penanggulangan bencana yang saat ini melanda Indonesia.

“Terbukti dari beberapa produk penelitian perguruan tinggi unggulan yang saat ini sedang dalam proses pengembangan dan hilirisasi untuk dimanfaatkan diantaranya produk inovasi skrining Covid-19 GeNose C19 dari UGM dan iNose dari ITS yang diproses dengan kecerdasan artifisial (AI),” jelasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 12 PTN BH tahun ini menerima pendanaan penelitian sebesar Rp 400 Milyar. Pendanaan ini bagian dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar Rp1,09 triliun.

Anggaran tersebut dibagi menjadi dana penelitian untuk PTN Non Badan Hukum dan perguruan tinggi swasta (PTS) sebesar Rp 632 milyar (58 persen), dana pengabdian masyarakat untuk PTN dan PTS sebesar Rp 63 milyar (6 persen), dan dana penelitian untuk PTN BH sebesar Rp 400 milyar (36 persen).

BACA JUGA :  Menristek : RT LAMP Saliva dapat Deteksi Secara Spesifik Asam Nukleat

“Tahun ini, dana penelitian untuk PTN BH diberikan kepada 12 perguruan tinggi, salah satunya UNS yang pada tahun 2020 baru dinyatakan sebagai PTN BH,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro.

Besaran dana penelitian untuk 12 PTN BH berdasarkan hasil penilaian kinerja penelitiannya yaitu Universitas Indonesia (Rp45,9 milyar), Universitas Gadjah Mada (Rp40,7 milyar), Institut Teknologi Bandung (Rp40,4 milyar), Universitas Airlangga (Rp39,2 milyar), Universitas Diponegoro (Rp38,9 milyar), Institut Pertanian Bogor (Rp33,4 milyar).

Adapun, Universitas Padjadjaran (Rp32,5 milyar), Universitas Sumatera Utara (Rp30,6 milyar), Universitas Hasanuddin (Rp30,0 milyar), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Rp28,8 milyar), Universitas Pendidikan Indonesia (Rp24,3 milyar), dan Universitas Sebelas Maret (Rp.15,3 milyar).

“PTN BH diberikan keleluasaan untuk mengelola secara mandiri dana penelitian yang diberikan,” tuturnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *