Bangkit 2021 Libatkan 3.000 Mahasiswa Terpilih

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam saat peluncuran Program Bangkit secara daring, Senin (15/2). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Dalam mewujudkan Kampus Merdeka, tahun ini program Bangkit yang merupakan program akademi karir teknis yang di desain melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Google, Tokopedia, Gojek dan Traveloka akan melibatkan 3.000 mahasiswa terpilih.

Direktur Jenderal Dikti Kemendikbud, Nizam menyampaikan bahwa tahun ini Bangkit mendapat antusias yang luar biasa, hampir 28.000 pendaftar dari 500 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Di mana, mereka mengikuti proses aplikasi dan seleksi yang komprehensif.

“Dari mereka yang mendaftar, 30 persen adalah perempuan dan sekitar 29 persen diantaranya berasal dari latar belakang non CS/IT,” ujar Nizam pada Peluncuran Program Bangkit secara daring, Senin (15/2).

Nizam menjelaskan bahwa program Bangkit bekerja sama dengan 15 universitas mitra dan mahasiswa terpilih akan mengikuti pengalaman belajar online di Bangkit selama 18 minggu mulai Februari 2021. Para mahasiswa akan didampingi oleh coach/mentor dari industri dan perguruan tinggi.

“Di akhir semester, akan dipilih lima belas tim proyek akhir untuk pengembangan lebih lanjut termasuk hibah inkubasi dan dukungan dari perguruan tinggi mitra Bangkit. Peserta yang menyelesaikan program ini mendapatkan hingga 20 sks/satuan kredit semester dari perguruan tingginya (tergantung persetujuan universitas peserta),” terangnya.

Selain itu, setelah menyelesaikan program, peserta akan diundang ke virtual career fair, di mana mereka akan mendapatkan akses ke peluang kerja eksklusif di perusahaan terkemuka di Indonesia. Kemitraan dengan berbagai industri juga menjadi salah satu keuntungan bagi para peserta Bangkit.

Di samping kurikulum machine learning, Bangkit akan menawarkan dua topik pembelajaran lain agar mahasiswa siap untuk berkarier di bidang teknologi, yaitu pemrograman dengan pengembangan Android dan dasar-dasar Cloud dengan fokus pada Google Cloud Platform.

“Di setiap jalur pembelajaran, peserta juga akan belajar tentang keterampilan penting yang berguna untuk mengembangkan karir masa depan mereka, seperti design thinking, kepemimpinan, komunikasi, entrepreneurship dan keterampilan presentasi,” tuturnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Program Riset Keilmuan dapat Disinergikan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *