Ditjen Dikti Apresiasi Antusias Mahasiswa Ikuti Sosialisasi Kampus Mengajar

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyani Nurwardani (SMJkt/Ist)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Sejak diluncurkan program Kampus Mengajar pada 9 Februari lalu, kini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan sosialisasi program Kampus Mengajar melalui kanal Youtube Ditjen Dikti pada Sabtu (13/2).

Mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyani Nurwardani mengapresiasi pada seluruh perangkat yang telah berkontribusi pada sosialisasi Kampus Mengajar, juga para peserta yang antusias mengikuti sosialisasi program Kampus Mengajar ini.

“Saya sangat bangga bahwa peluncuran Kampus Mengajar disambut dengan sangat antusias. Tidak disangka ada 6.000 peserta yang mengikuti sosialisasi Kampus Mengajar angkatan pertama tahun 2021. Saya yakin mahasiswa Kampus Merdeka akan membuat Indonesia Jaya, dan mahasiswa Kampus Mengajar akan mengubah tantangan menjadi harapan, ujar Paris.

Kampus Mengajar merupakan bagian dari Kampus Merdeka yang mengajak seluruh dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia untuk mengambil peran dalam menjawab permasalahan pendidikan yang terdampak pandemi Covid-19 terutama di sekolah dasar terakreditasi C di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Setelah Program Kampus Mengajar diluncurkan, beberapa kampus telah mendaftarkan diri untuk ikut serta menyukseskan program tersebut. Paris menyampaikan saat ini terdapat empat kampus dengan pendaftar terbanyak, yaitu Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Berkenaan dengan hal tersebut, ia mengajak seluruh dosen dan mahasiswa di seluruh Indonesia menjadi bagian dalam program Kampus Mengajar.

“Kampus Mengajar memanggil dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa insan dikti untuk berkontribusi membuat perubahan sambil mengembangkan diri beradaptasi dengan teknologi dan berkreasi. Insan Dikti Kampus Merdeka harus mengubah tantangan menjadi harapan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kedaireka Jadi Jembatan antara Industri dan Ilmuwan di Perguruan Tinggi

Kampus Mengajar merupakan program dari salah satu kebijakan sesuai dengan Permendikbud No.3 Tahun 2020 tentang SN Dikti yaitu hak belajar tiga semester di luar program studi.

Program Kampus Mengajar mengajak para mahasiswa yang berdomisili di wilayah sekitar sekolah dasar (SD) 3T berkontribusi membantu guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran baik luring maupun daring, yang mana sebanyak 24 ribu desa belum terkoneksi internet sehingga pembelajarannya tertinggal.

“Merdeka Belajar ini membutuhkan kerja sama dan gotong royong yang baik agar tidak ada anak yang tertinggal, termasuk anak-anak di daerah 3T dengan sekolah dasar bet akreditasi C. Ayo bantu adik-adik kita di daerah 3T dengan cara bergabung dalam program Kampus Mengajar,” ungkapnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *