Mulai Tahun Ini, Dana BOS Reguler Antar Daerah Tidak Lagi Sama

Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim (SMJkt/Ist)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Tahun 2021, besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler di Papua Barat meningkat lebih dari 30 persen. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan, mulai tahun 2021 besaran Dana BOS Reguler antar daerah tidak lagi sama.

Nantinya, lanjut Mendikbud, Dana BOS akan menyesuaikan sejumlah faktor penentu yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

“Penyesuaian besaran Dana BOS Reguler dilakukan demi mendukung percepatan pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T),” ujarnya baru-baru ini.

Mendikbud menjelaskan bahwa Dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa dikalikan satuan biaya yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun ada pengecualian bagi sekolah di daerah 3T.

“Bagi sekolah di daerah 3T, meskipun siswanya kurang dari 60 orang, jumlah siswa tetap dihitung 60 orang,” jelasnya.

Dengan menggunakan regulasi baru tersebut, Kabupaten Sorong dipastikan bakal mendapatkan kenaikan Dana BOS Reguler lebih dari 30 persen.

“Dana BOS Reguler di daerah 3T akan lebih besar dari daerah lain. Paling tinggi, ada yang mendapat tiga kali dari yang didapatkan pada tahun 2020. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya pemerataan pendidikan,” terangnya.

Kabupaten Intan Jaya di Provinsi Papua misalnya, akan menerima kenaikan tiga kali dari yang didapatkan pada tahun lalu. “Kebijakan penyesuaian besaran Dana BOS merupakan lanjutan transformasi pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh Kemendikbud dan menjadi prioritas kerja pada 2021,” tuturnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Gairah Penerbitan Buku;  Antara Berkah dan Musibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *