Kampus Mengajar akan Cari Mahasiswa Berdomisili dekat SD Sasaran

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam saat Peluncuran Program Kampus Mengajar secara daring, Selasa (9/2). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Dalam program Kampus Mengajar, mahasiswa akan mendapatkan bantuan potongan uang kuliah tunggal (UKT), bantuan biaya hidup dan konversi satuan kredit semester (SKS) sampai dengan 12 SKS. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan diadakannya Kampus Mengajar adalah pertama, untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi.

Kedua, membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kampus Mengajar akan mencari mahasiswa-mahasiswa yang berdomisili dekat dengan SD sasaran, sehingga program ini tidak akan menyebabkan terjadinya mobilisasi mahasiswa,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam saat Peluncuran Program Kampus Mengajar secara daring di Jakarta, Selasa (9/2).

Di samping itu, mahasiswa juga berperan sebagai duta edukasi perubahan perilaku khususnya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Adapun keuntungan terbesar yang diperoleh bagi perguruan tinggi dari program ini adalah mendukung perguruan tinggi untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU).

“Kedua yaitu banyaknya jumlah mahasiswa yang mendapatkan pengalaman di luar kampus,” terangnya.

Nizam menjelaskan bahwa, perguruan tinggi swasta (PTS) tidak perlu khawatir akan kehilangan pemasukan, karena PTS akan tetap dapat memberlakukan uang kuliah semesternya.

“Untuk para dosen yang mendaftar dan terpilih sebagai dosen pembimbing, akan mendapat insentif dan sertifikat pembimbing kegiatan,” jelasnya. (nya/69)

BACA JUGA :  260 Finalis Ikuti Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *