GeNose C19 diharapkan Sebagai Langkah Awal Pemulihan Sektor Pariwisata

 

SMJk/Ist

 

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kepala Baparekraf), Sandiaga Uno mengungkapkan 34 juta lapangan pekerjaan dan sekitar 12,9 juta sektor pariwisata serta 17 sampai 18 juta di sektor ekonomi kreatif terdampak Covid-19. Sandiaga Uno berharap dengan adanya GeNose C19 mampu sebagai langkah awal pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Kita ada 6 Perguruan Tinggi Nasional Pariwisata (PTNP) dan 3 Badan Otorita yang semua satuan kerja di lingkungan yang akan kita pastikan menggunakan GeNose,” ujarnya di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (9/2).

Dengan digunakan GeNose C19 di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kemudian semakin meluas dapat menjadi game changer dalam rangka mendukung kebangkitan kembali sektor pariwisata.

“Sekali lagi saya garis bawahi ini adalah game changer, harapannya 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa segera bangkit,” tekannya.

Pada Kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan bahwa GeNose merupakan alat berbasis kecerdasan artifisial yang bisa digunakan untuk mendeteksi penularan Covid-19 dari embusan nafas dalam waktu kurang dari tiga menit. Alat itu merupakan inovasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Alat ini tidak mendeteksi virusnya tapi VOC (volatile organic compound) dari orang yang diperkirakan terkena Covid-19,” kata Bambang.

Ia mengatakan bahwa upaya pengembangan GeNose berlangsung 10 tahun lebih. Awalnya, peneliti UGM ingin membuat pendeteksi penyakit dari embusan nafas. Semula pengembangan alat difokuskan untuk mendeteksi tuberkulosis. Namun setelah pandemi Covid-19 datang GeNose dikembangkan untuk pemeriksaan Covid-19.

“Nantinya semakin banyak GeNose dipakai maka semakin akuratlah deteksinya,” tuturnya. (nya/69)

BACA JUGA :  P2G Desak Kepala Daerah Segera Hentikan Uji Coba PTM Terbatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




Enter Captcha Here :