Paska Pandemi, Perusahaan Bersiap Lakukan Ekspansi

 

Jakarta – Tahun 2020 menjadi tahun penuh tantangan. Semua institusi/perusahaan telah bergelut dengan penurunan penjualan dan keterbatasan anggaran operasional yang memaksa mereka melakukan penyesuaian target. Sebagian industri masih berupaya untuk tetap membangun pondasi jangka menengah panjang dengan research and development (R&D), branding, serta berbagai upaya go-to-market lainnya. Apapun langkah yang telah ditempuh perusahaan, harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Dengan pemulihan yang semakin di depan mata, berbagai institusi telah mulai berekspansi kembali untuk mempersiapkan diri di tahun 2021 dan tahun-tahun berikutnya. Berbekal pengalaman tahun 2020 dan harapan untuk kembali ke tingkat bisnis paska pandemi pada akhir 2021, maka ancang-ancang pertumbuhan pun telah mulai ditanamkan, salah satunya adalah dengan brand building.

Sebagai entitas bagian dari ekosistem bisnis di Indonesia, Iconomics memotivasi perusahaan untuk tetap memperhatikan ekuitas brand meski dalam situasi yang tidak mudah ini. Salah satunya Iconomics menggelar Iconomics Marketing Brands Award 2021 “Millennial’s Choice”.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah berhasil mempertahankan ekuitas brand di masa sulit ini,” kata Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro.

Sebelum pemberian apresiasi Iconomics Marketing Brands Award 2021 ini, Iconomics melakukan riset pada ruang lingkup merek produk di setiap kategori industri. Kriteria penilaiannya meliputi Awareness, Image, dan Engagement.

Riset yang dilakukan kepada lebih dari 10 ribu responden dilakukan secara online kepada responden milenial yang tersebar di 10 wilayah. Yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Balikpapan, Makassar dan Bali.

Pada penilaian untuk aspek Awareness meminta responden untuk memilih brand yang mereka kenal pada kategori industri tersebut. Nilai untuk kriteria Total Awareness ini adalah dalam persentase 1-100%.

BACA JUGA :  Jelang Nataru, Ketersediaan Pangan di Kota Pekalongan Aman

Penilaian untuk aspek Image yang berdasarkan Perceived Quality, dan Satisfaction didapatkan dari pertanyaan kepada responden untuk menilai kualitas produk atau layanan tersebut memadai. Aspek ini dinilai dalam Skala Likert 1-5 kemudian dikonversi menjadi persentase 1-100%, untuk mendapatkan konsistensi dengan kriteria lainnya.

Penilaian untuk aspek Engagement yang berdasarkan Loyalty dan Intention didapatkan melalui pertanyaan sejauh mana responden ingin membeli atau membeli kembali sebuah produk. Aspek ini dinilai dalam skala Likert 1-5 kemudian dikonversi menjadi persentase 1-100%, untuk mendapatkan konsistensi dengan kriteria lainnya. (J13)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *