Aksi Kemanusiaan, Penyintas Covid-19.

Program Kemanusiaan ”Setetes Darah dengan Penuh Harapan”. (Foto Dok Polda Metro Jaya).

Anggota Polda Metro Donor Plasama Konvalesen ke PMI.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com, —
Donor plasma konvalesen sangat dibutuhkan untuk membantu pasien terpapar Covid-19.

Terlebih lagi pasien yang akut membutuhkan bantuan donor plasma konvalesen untuk meningkatkan daya tahan tubuh (Imunitas).

Hal ini sangat penting demi menyelamatkan nyawa pasien yang terpapar Covid-19 dan menekan angka kematian dengan meningkatkan angka kesembuhan di Tanah Air.

Di Jakarta khususnya, kebutuhan donor plasma konvalesen terus meningkat seiring dengan meningkatnya pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan. Data terbaru menunjukkan pasien positif Covid-19 di Jakarta berada di angka 283.895 kasus.

Melihat kondisi tersebut, Polda Metro Jaya melaksanakan Program Kemanusiaan ”Setetes Darah dengan Penuh Harapan”.

Puluhan anggota Polri yang pernah terpapar Covid-19 dan sembuh serta sehat dengan kondisi terbaiknya, dikirim untuk melakukan donor plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Sabtu, (6/2/2021).

“Ini adalah aksi kemanusiaan yang sangat mulia. Saya minta ke jajaran seluruh Anggota Polda Metro Jaya untuk ambil bagian dari tugas mulia ini. Anggota yang pernah terpapar Covid-19 dan dalam keadaan sehat, segera lakukan screening untuk mengetahui kekuatan anti bodinya. Lalu ke PMI untuk segera lakukan donor plasma konvalesen demi menyelamatkan saudara-saudara kita yang terbaring lemah akibat Covid-19 ini. Termasuk saya yang pernah terpapar Covid-19 juga melakukan hal yang sama,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo di Gedung PMI, Sabtu (6/2/2021).

“Mendukung penuh langkah pemerintah menekan angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan pasien Covid-19, kami kirim 20 anggota penyintas Covid-19 yang sempat terpapar dan sembuh untuk melaksanakan donor plasma konvalesen ini. Nanti akan terus seperti ini demi membantu sesama,” sambung Hendro Pandowo.

BACA JUGA :  dr Sugeng Ibrahim; Sel Punca Ciptaan Tuhan yang Cerdas dan Homing.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo (kiri). (Foto; Doc Polda Metro Jaya).

Polda Metro Jaya juga mengajak seluruh masyarakat luas penyintas Covid-19 untuk tidak takut melakukan donor plasma konvalesen ini.

“Penyintas Covid, jangan takut lakukan donor plasma ke PMI,” ajak Hendro.

Ketua PMI DKI Jakarta, H. Rustam Efendi mengapresiasi gerakan Polda Metro Jaya dengan aksi kemanusiaan ini.

Ia mengatakan, satu orang penyintas Covid-19 sangat penting untuk menjadi pendonor plasma konvalesen demi kesembuhan pasien Covid-19 yang memang sangat membutuhkan kekuatan anti bodi.

“Ini program yang sangat mulia dan baik sekali dari Polda Metro. Betapa pentingnya 1 pendonor plasma konvalesen untuk kesembuah pasien Covid-19. Terlebih lagi pasien yang akut, sangat membutuhkan donor ini untuk meningkatkan anti bodinya dan sembuh dari virus ini,” ungkap Rustam Efendi.

“Saya tidak lihat berapa jumlah pendonornya. Terlebih lagi sampai puluhan Anggota Polri sebagai penyintas Covid-19 ini mendonorkan plasma konvalesen ke PMI. Ini luar biasa sekali. 1 Pendonor saja snagat penting sekali. Gerakan sangat penting agar nantinya diikuti masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 dan sembuh untuk menjadi pendonor plasma konvalesen,” urai Rustam.

Kepala Kedokteran PMI, Dokter Ni Ken Ritchie mengatakan, penyintas Covid-19 yang telah melalui screening memiliki anti bodi yang baik. Ia bisa sembuh dari Covid karena anti bodinya yang bagus. Anti bodi itulah yang dibutuhkan pasien Covid-19 saat ini untuk mendapat donor dari para penyintas Covid-19.

“Memang tidak mudah mendapatkan penyintas Covid-19. Karena harus melalui beberapa tahapan, salah satunya screening untuk memeriksa kadar anti bodinya dan harus sudah 3 bulan melalui proses penyembuhan dari waktu saat terpapar pertama kali. Dan tentu harus sehat, tidak memiliki riwayat penyakit berat, seperti jantung, stroke, gula tinggi dan lainnya. Usia pun harus 18 tahun sampai 60 tahun yang bisa menjadi pendonor plasma Konvalesen ini,” terang Dokter Ni Ken Ritchie.

BACA JUGA :  Perpanjangan dan Perluasan Pelaksanaan PPKM Mikro, Tiga Provinsi Baru Masuk 

“Dan kita prioritaskan pria untuk donor plasma konvalesen ini. Penyintas Covid-19 di Jakarta di jkta peningakatan signifikan, lebih dari 400- 780 orang perbulannya. Sejak Juni sampai Februari ini sudah. 1.500 pendonor plasma konvalesen yang kita proses, Namun angka ini jelas berbanding jauh (Sangat Kurang) bila melihat kebutuhan dari jumlah pasien Covid-19 di Jakarta yang sudah ratusan ribu jiwa terpapar virus ini,” lanjut Ni Ken.

Ia mengatakan, masyarakat atau penyintas Covid-19 tidak usah takut untuk melakukan donor plasma konvalesen ini. Ni Ken menjelaskan, donor ini tidak sakit dan bagus untuk kembali menguatkan anti bodi pendonor.

“Setelah mendonor justru makin baik dan bagus anti bodinya. Bahkan semakin kuat karena akan bereaksi dan membentuk anti bodi baru. Dan donor ini tidak berbahaya untuk tubuh si pendonor. Kita harapkan, ke depan pendonor plasma konvalesen akan semakin banyak. Ini demi membantu pasien Covid-19 agar secepatnya pulih, sehat dan aktif kembali,” harap Ni Ken.

Polda Metro Jaya selama 7 hari kedepan akan terus meminta anggotanya penyintas Covid-19 untuk terus melakukan donor plasma konvalesen ini sebagai upaya untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19. (Bb-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *