Nina Nugroho Solution Bahas Vaksin Bersama Ketua Umum PB IDI

JAKARTA-Karena hingga kini onat untuk membunuh virus penyebab Covid-19 belum ditemukan, maka untuk mencegah penularan infers dan keratin akibat penyakit ini, perlu dilakukan dua upaya sekaligus, yakni vaksinasi dan menage protokol kesehatan secara ketat. Vaksin dan protokol kesehatan menjadi duet maut dalam upaya melawan Covid-19.

‘’Vaksinasi dan protokol Kesehatan menjadi double cover atau doeble protection. Kalau istilah saya duet maut dalam melawan penyeberan Covid-19. Sebagai dokter saya tahu ilmunya, dan sudah menjalani vaksinasi sebanyak dua kali dan alhamdulillah sampai sekarang saya sehat-sehat saja,’’ ungkap dr Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia dalam Nina Nugroho Solution Live Instagram episode 70 yang dipandu langsung oleh Nina Nugroho.

 

Nina Nugroho Solution adalah program rutin yang diselenggarakan oleh desainer busana kerja Muslimah, Nina Nugroho, untuk memberi solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi oleh para wanita dengan multi peran. Nina Nugroho Solution diselenggarakan sejak Februari 2020 lalu secara offline, namun sejak April 2020 diselenggarakan melalui live Instagram setiap Rabu dan Sabtu. Memasuki tahun 2021, Nina Nugroho Solution diselenggarakan setiap Sabtu, pukul 16.00 – 17.00 wib. Yang berbeda pada penyelenggaraan kali ini adalah Nina Nugroho akan memilih seorang penonton yang beruntung untuk dapat berinteraksi langsung dengan narasumber, tidak hanya bertanya melalui kolom chat. Pada episode ke 70  yang diselenggarakan, pada Rabu (27/1) ini dibahas tema ‘Vaksin Covid-19 Amankah Digunakan?’

 

Dalam perbincangan santai di akun @ninanugrohostore tersebut, dr Daeng memaparkan, bahwa vaksinasi adalah istilah lain yang digunakan untuk imunisasi. Istilah imunisasi digunakan dengan mengacu pada hasil dari suntikan yang diberikan, yaitu kekebalan atau imun. Sementara vaksinasi mengacu pada bahan yang disuntikan, yaitu vaksin.

BACA JUGA :  Unpad Mulai Vaksinasi Covid -19 Bagi Dosen BANDUNG, Suara

 

‘’Ibu-ibu selama ini sudah sangat terbiasa mengantar putra-putrinya melakukan imunisasi bukan? Jadi tidak perlu takut untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 ini, karena sama dengan imunisasi yang selama ini sudah kita lakukan,’’ ungkap dr Daeng.

 

Imunisasi atau vaksinasi yang selama ini dikenal antara lain vaksin BCG, DPT, campak dan polio. Diberikan agar anak-anak terhindar dari penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian dan cacat, seperti TBC, difteri, pertussis, tetanus, campak dan polio. Vaksinasi atau imunisasi diberikan untuk mencegah tertular penyakit penyakit berbahaya.

‘’Karena Covid-19 ini adalah jenis penyakit yang berbahaya, maka diberikan lah vaksin Covid-19. Belum satu tahun, Covid19 sudah menginfeksi lebih dari 1 juta orang dan menyebabkan kematian hamper 30.000 jiwa. Jadi sangat berbahaya sehingga harus dilakukan vaksinasi,’’ ungkap dr Daeng.

 

Dr Daeng sendiri bersama Presiden dan sejumlah pejabat telah menjalani dua kali vaksinasi Covid-19 dan merasa sehat-sehat saja. Ia hanya merasakan sedikit mengantuk dan kembali bugar setelah tidur selama hamper dua jam.

 

‘’Tadi pagi saya kembali divaksin, dan merasa mengantuk. Tapi sekarang sudah kembali merasa bugar setelah tidur selama hamper dua jam. Rasa pegal di lengan yang disuntik juga sudah tidak terasa. Saya merasa sangat sehat sekarang,’’ ungkap dr Daeng yang berbincang di sore hari.

 

‘’Kita berbincang disini supaya mbak semua mendapat informasi langsung dari pihak yang berkompeten, supaya terhindar dari hoax ya mbak,’’ tutur Nina, desainer busana kerja Muslimah ini kepada para viewers Nina Nugroho Solution.

 

Menurut dr Daeng seharusnya para ibu berebut untuk segera mendapatkan vaksin Covid19 dan bukan malah takut dan menghindarinya. Sebagai seorang dokter, ia menyebut dirinya memiliki ilmu yang cukup dalam menyampaikan masalah keamanan vaksin ini.

BACA JUGA :  Ridwan Kamil-Menkes RI Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Taman Kota

 

‘’Ini vaksin yang sudah selesai menjalani uji klinis, dan terbukti aman. Yang disuntikan adalah virus yang sudah dimatikan, sehingga aman digunakan, tidak akan menyebabkan sakit atau hasil tes positif,’’ ungkap dr Daeng.

 

Vaksin Sinovac untuk Covid19 harus disuntikan sebanyak dua kali, suntikan pertama untuk menyiapkan sel-sel tubuh, setelah sel tubuh siap, suntikan kedua akan diberikan untuk menimbulkan kekebalan atau imunitas tubuh. Pada suntikan kedua, antibody akan terbentuk, sehingga tubuh kebal terhadap Covid-19.

 

Memang ada efek samping yang biasanya dirasakan, namun hanyalah efek samping ringan, seperti pegal di bekas suntikan, demam, Sebagian merasakan mengantuk atau lapar dan juga rasa capek pada tubuh. Tetapi semua itu akan hilang dalam 1-2 hari saja.

 

Dalam kesempatan itu, sekali lagi dr Daeng berpesan, agar tidak perlu takut untuk melakukan vaksinasi, agar dapat terhindar dari Covid-19, namun tetap penting untuk senantiasa menjaga protokol Kesehatan secara ketat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *