Verifikasi efek penghambatan nanoeTM X, teknologi dengan manfaat “Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air” pada Novel Coronavirus (SARS-CoV-2)

Jakarta, Suara Merdeka.Com.- PT Panasonic Gobel Indonesia mengumumkan tentang kerjasama Panasonic dengan organisasi penelitian kontrak global Texcell*1, Texcell telah memverifikasi efek penghambatan nanoe™ X, teknologi dengan manfaat Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air terhadap virus corona baru (SARS-CoV-2).

nanoe™ X adalah ion murni untuk menghasilkan “partikel air berukuran nano” yang dikembangkan oleh Panasonic Corporation (“Panasonic”). Teknologi ini merupakan teknologi atomisasi elektrostatis yang mengumpulkan kelembapan di udara dan menerapkan tegangan tinggi ke partikel nano tersebut untuk menghasilkan “Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air”. Faktor yang menentukan adalah keberadaan Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air, di dalam nanoe™ X yang memiliki sifat oksidatif dan reaktif.

Panasonic telah melakukan penelitian tentang teknologi ini selama 20 tahun terakhir sejak 1997, dan telah memverifikasi keberhasilannya di berbagai bidang, termasuk menghambat mikroorganisme patogen (bakteri, jamur, dan virus) dan alergen, memecah komponen PM 2.5 yang berdampak buruk pada tubuh manusia*2.

Pada tahun 2012, Panasonic melakukan uji pembersihan virus bersama organisasi pihak ketiga menyatakan keefektifan pada setiap 4 kategori dalam hal karakteristik biologis. Berdasarkan hasil uji tersebut, Panasonic mengumumkan bahwa teknologi “Radikal Hidroksil (OH) yang terkandung dalam air” diharapkan memiliki efek penghambatan pada virus – virus baru*3.

Tomonobu Otsu, President Director PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) sendiri yang saat ini menjadi pandemi global adalah salah satu jenis virus baru yang telah diuji di Texcell, hasil uji tersebut mengkonfirmasi bahwa, nanoe™ X memiliki efek penghambatan pada Novel Coronavirus. Pengujian ini dilakukan di lingkungan laboratorium secara tertutup, dan belum dicoba keefektifannya pada tempat terbuka.

“Panasonic akan terus berupaya untuk mengembangkan potensi dari teknologi nanoe™ X untuk mengatasi kemungkinan risiko yang terkait dengan polusi udara seperti mikroorganisme patogen baru, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang sehat bagi orang-orang di seluruh dunia demi kehidupan yang lebih baik sesuai tagline Panasonic A Better Life’ A Better World”, ujar Tomonobu Otsu

BACA JUGA :  Dukungan Pemerintah Terhadap Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi

Sebagai referensi:
Pengujian efek penghambatan nanoe™ X pada Novel Coronavirus (SARS-CoV-2)

Gambaran
Verifikasi komparatif dilakukan di ruang uji 45L yang berisi virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) dengan dan tanpa paparan nanoe™ X.

Hasil
Lebih dari 99,99% aktivitas Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) dihambat dalam waktu 2 jam.
Catatan: Verifikasi ini dirancang untuk menghasilkan data penelitian dasar tentang efek nanoe™ X pada virus corona jenis baru dalam kondisi laboratorium yang berbeda dari yang ditemukan di ruang terbuka. Ini tidak dirancang untuk mengevaluasi kinerja produk.

Metodologi dan data
Organisasi : Texcell
Subjek : Novel Coronavirus (SARS-CoV-2)
Perangkat : perangkat nanoe™ X.
Metode:
– Perangkat nanoeTM X dipasang pada 15cm dari lantai dalam ruang uji 45L.
– Sepotong kain kasa yang terdapat larutan virus SARS-CoV-2 ditempatkan dalam cawan
petri dan dipaparkan – ke nanoeTM X untuk waktu yang telah ditentukan.
– Titer infeksi virus diukur dan digunakan untuk menghitung tingkat penghambatan.

Data hasil
Subjek Test
Tingkat Penghambatan*
Kapasitas
Waktu
SARS-CoV-2
99.99%
45L
2 Jam

1: Texcell adalah organisasi penelitian kontrak global yang berspesialisasi dalam pengujian virus, pembersihan virus, profil imun dan R&D atau perbankan sel GMP, untuk proyek Litbang, GClP, GLP, dan GMP. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan berakar dalam Institut Pasteur di Paris, Texcell memiliki keahlian yang diakui sejak lama dalam pengujian virus dengan berbagai protokol untuk mendeteksi agen adventif.
Texcell adalah spin-off pertama dari Institut Pasteur Paris yang dibuat pada tahun 1997.

*2: Release utama pada kasus verifikasi
12 Mei 2009 : Efek positif partikel air yang dibebankan pada virus, bakteri, dan bahan kimia pertanian telah diverifikasi.
20 Oktober 2009 : Efek penghambatan virus influenza baru dari partikel air bermuatan telah diverifikasi.
20 Februari 2012 : Efek supresi partikel air yang dibebankan pada alergen, bakteri, jamur, dan virus terkait hewan peliharaan telah diverifikasi.
16 Januari 2014 : Partikel air berukuran nano secara efektif memecah komponen PM2.5 dan menghambat pertumbuhan jamur yang melekat pada Yellow Sand.

BACA JUGA :  Ridwan Kamil Sampaikan Aspirasi Terkait RUU Energi Baru Terbarukan

3: 26 Januari 2012: Efek penekanan virus dari partikel air yang diisi telah diverifikasi oleh uji pembersihan virus. Diverifikasi bersama dengan Charles River Biopharmaceutical Services GmbH, sebuah organisasi pengujian yang berada di Jerman.(Budi Nugraha/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *