Waw Nikmatnya Bakso di Pusat Kota Amsterdam

JAUH2 JAUH ke Amsterdam makan bakso juga.Itulah yang dilakukan rombongan tur AirNav ke Amsterdam Belanda,Sabtu,(½).Adalah mas Yohanes Sirait,Mbak Tessa dari Airnav,dan 4 orang wartawan yakni Budi Nugraha (Suara Merdeka),Eko Edhi Caroko (SindoNews),Gholib(RMOL Jateng) dan Ryan Fernando (Trans7) yang “serius”mencari bakso rasa tanah air ,-walau -sedang jauh di negeri Seberang,- Perancis dan Belanda-.

Diinisiasi oleh Tur Leader Bambang Kumis Purwito -pilihan mencari bakso,setelah rombongan merasa ingin makan sesuatu yang lain.Setelah sebelumnya mencoba berbagai makanan khas Prancis dan Belanda selama lebih dari 5 hari.Ikut dalam rombongan Bapak Hendroyono ,Direktur Keuangan AirNav yang mewakili jajaran direksi AirNac dalam kunjungan tur ke beberapa tempat selama di Perancis dan Belanda.

“Bapak,Ibu,setelah merasakan berbagai makanan khas Paris dan Amsterdam,saya tawarkan bagaimana kalau malam ini kita mencicipi nasakan khas Indonesia”tanya mas Bambang yang baj gayung bersambut langsung disambut ayok oleh peserta tur. Benar saja apa yang dikatakan mas Bambang,makanan khas Indonesia pun ditawarkan seperti Mie Tektek, Gado-Gado,rupa -ruoa Nasi Goreng bahkan Bakso.

Menu yang disajikan benar -benar sesuai nama restoran masakan Indonesia “Indonesian Food”yang kebetulan “warungnya”terletak di tempat yang sangat strategis di salah satu sudut pusat kota Amsterdam Tepatnya di bilangan Royal Palace Amsterdam Square”.

Masuk ke dalam warung,seorang pria tua bertampang lembut dan ramah ,langsung menyambut ramah sambil bilang mari masuk.”Gado-Gado,Nasi Goreng,,Soto Ayam,bahkan Bakso,””Kalau mau nasi goreng kambing petai juga ada,”jata pria yang mengaku bernama Koko,mengaku semasa di Indonesia tinggal di daerah Banten dan pernah lama tibggal di Bandung tersebut.

Dari mana asak Indonesi-nya,Bandung kah,apa Bapak Solihin GP, (Gubernur Jawa Barat tahun 1970- an( masih ada),tanya Koko,sambil dengan cekatan membuatkan 5 mangkok bakso untuk rombongan.

BACA JUGA :  Bangkitkan Pariwisata Bali, Kemenparekaf Dukung Pesta Kesenian Bali

Selain menanyakan kabar Solihin GP yang mungkin merasa kenal,Koko juga menyebutkan beberapa daerah di kota Bandung, seperti Braga,Dago dan Ciumbuleuit.”Saya pernah kerja di Bandung,”kata dia.

Sambil terus bercerita,Koki dibantu isteri dan anaknya mengaku sudah tinggal di Amsterdam sejak 1982 lalu hingga kini mereka sudah menjadi warga negara Belanda.”Kami terakhir pulang ke Indonesia tahun 2014 lalu,”kata Koko.

Menurut Koko,warungnya menjadi pilihan orang Indonesia baik yang tengah wisata,sekolah,kuliah maupun kerja di negeri Belanda khususnya yang kebetulan bertandang ke kota Amsterdam.Terlebih banyak orang Indonesia di negeri Belanda.Dari data tercatat,10 persen warga Belabda yang jumlahnya 19 jutaan merupakan orang Indonesia atau keturunan Indonesia.

Tiap hari jata Koko ada saja yang mencici masakan jualannya.Bahkan tidak hanya orang Indonesia,Asia atau orang Belanda yang pernah tinggal di Indonesia.Tapi juga orang2 warga Belanda itu sendiri,turis Eropa lainnya,atau pelancong dari negara-negara Tinur Tengah seperti Turki dan lain-lain.

Arkian,jangan lupa kalau jalan2 ke Amsterdam makan bakso di Restoran ndonesian Food.Bakso Baksooooo.(budi nugraha).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *