Masa Pandemi, Dana Zakat Melalui Baznas Meningkat Tajam

Webinar Jurnalisme Zakat dengan tema Ujian Pandemi dan Tantangan Era Digital yang digelar Baznas, Rabu (27/1). (SM/Dok)

JAKARTA- Meski dalam pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia yang menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) cukup tinggi. Bahkan, angkanya meningkat bila dibanding tahun sebelumnya atau 2019.

Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad mengatakan, dana yang terhimpun dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui Baznas mencapai Rp 385,5 miliar pada 2020. Sedangkan pada tahun 2019, nominalnya Rp 296 miliar.

Dikatakan, angka tersebut memenuhi target sesuai yang diharapkan pada awal tahun lalu. Menurut dia, pencapaian ini berkat pertolongan Allah kepada masyarakat Indonesia.

“Dengan terhimpunnya dana zakat yang meningkat tajam tahun 2020, memberikan kesempatan kepada para muzaki untuk membantu mustahik mengatasi berbagai krisis akibat pandemi melalui Baznas,” ujar Noor Achmad saat membuka Webinar Jurnalisme Zakat dengan tema Ujian Pandemi dan Tantangan Era Digital yang digelar Baznas dan disiarkan Baznas TV, Rabu (27/1).

Webinar menghadirkan sejumlah panelis, mulai pejabat Baznas, pakar, praktisi dan kalangan jurnalis. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, pertama diisi Dosen UMJ Makroen Sanjaya, Direktur Utama Baznas M Arifin Purwakananta, pakar dari Amerika Serikat Prof Muhammad Ali.

Sedangkan sesi kedua diisi pemateri Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum, jurnalis The Jakarta Post Alex Junaidi, jurnalia senior Pakistan Irfan Ghauhari dan pakar dari Rusia Elvira dan pembicara kunci Irfan Junaidi dari Republika.

Pada era digital saat ini, lanjut Noor Achmad, Baznas akan menyesuaikan diri dalam penghimpunan zakat. Pihaknya siap memaksimalkan kanal digital yang ada serta menggenjot donasi zakat lewat media sosial.

Menurut dia, tantangan ini yang harus dihadapi agar penghimpunan zakat berjalan sesuai yang diinginkan.

“Kita agar cepat bertindak di era digital dengan memanfaatkan semua jaringan-jaringan, alat komunikasi dan antisipasi dengan adanya berbagai cobaan, musibah termasuk di era COVID-19 yang membutuhkan percepatan antisipasinya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Wapres Dorong BAZNAS Canangkan Gerakan Cinta Zakat

Sementara itu, pakar dari Amerika Serikat Prof Muhammad Ali didaulat menyampaikan materi mengenai Zakat dan Media di Amerika. Dia juga menjelaskan betapa besarnya potensi zakat secara global, namun tak bisa digarap dengan baik. (ami/69)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *