Pemulihan Ekonomi setelah Vaksinasi Covid-19

 

Oleh Retno Setyowati

VAKSINASI untuk Covid- 19 telah mulai dilaksanakan. Sebagaimana dikemukakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), bahwa perekonomian akan mengalami perbaikan pada 2021 ini. Ekonomi Indonesia diperkirakan bisa tumbuh pada kisaran tiga sampai lima persen.

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap pertama antara lain tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Berikutnya, petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya. Antara lain meliputi petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di seluruh dunia tahapan ini sama, yaitu diutamakan diberikan ke tenaga kesehatan lebih dulu. Karena kriterianya diberikan kepada orang-orang yang berisi risiko tinggi untuk terpapar, mengingat tenaga kesehatan ini sangat berpotensi terpapar pasien Covid-19. Setelah tenaga kesehatan, maka vaksin selanjutnya akan diberikan kepada petugas publik. Di mana, petugas publik ini adalah orang yang tugas sehari-harinya bertemu dengan banyak orang.

Dampak optimal vaksinasi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi baru akan terlihat pada semester II tahun ini. Vaksinasi memang telah dimulai, tetapi kegiatan ekonomi tidak akan langsung kembali seperti semula. Hal ini mengingat pemerintah juga masih menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga sedikit membatasi mobilitas.

Prioritas ini sedikit berbeda dari negara-negara lain. Di mana negara-negara tersebut sebagian besar menaruh orang yang berusia lanjut di urutan kedua, kemudian baru petugas publik dengan alasan ekonomi, bukan alasan politik.

BACA JUGA :  NAIF! (Sekali Lagi tentang PPDB).
Keberadaan vaksin pun tidak serta merta memulihkan perekonomian yang sedang resesi. Karena kunci untuk ke luar dari zona krisis ini, pemerintah harus fokus menurunkan jumlah penyebaran virus korona. Pemulihan ekonomi memang baru akan berjalan ketika pandemi sudah berakhir atau sekurangnya mereda.

 

Dorong Daya Beli

Apakah itu akan membawa pemulihan yang meluas atau growth base? Hal ini sangat dibatasi secepat apa vaksinasi dilakukan. Meskipun vaksin sudah ditemukan dan telah diberikan kepada masyarakat, namun apabila masyarakat masih sulit mematuhi protokol kesehatan, maka tidak akan mampu memitigasi penularan Covid-19.†

Vaksin bukan salah satu langkah yang bisa membuat ekonomi melaju kencang. Salah satu pendorong ekonomi cepat pulih adalah bagaimana masyarakat dapat kembali memiliki pendapatan dan pekerjaan.

Dengan demikian tentu secara otomatis akan mendorong daya beli masyarakat yang akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional.

Anggaran untuk perlindungan sosial pada 2021 juga belum tentu akan mendorong daya beli masyarakat. Apalagi, anggaran perlindungan sosial pada tahun ini justru lebih kecil dibandingkan tahun 2020 lalu.

Sementara itu, perlindungan sosial pada 2020 saja tidak cukup memadai dan efektif untuk sekadar menopang daya beli. Diperkirakan, pemulihan ekonomi pada 2021 masih akan berjalan lambat dan penuh tantangan, sehingga target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar lima persen akan sulit tercapai.

Diperlukan usaha yang sangat keras untuk bisa mencapai angka pertumbuhan tersebut. Sebab sampai akhir tahun lalu, beberapa indikator ekonomi masih menunjukkan adanya tekanan yang berat akibat pandemi Covid-19.

Meningkatkan perekonomian Indonesia pada 2021 memang menjadi harapan semua pihak di tengah pandemi. Pemberian vaksin Covid-19 secara gratis akan memberikan dampak positif bagi keadaan psikologis masyarakat. Peran serta seluruh elemen masyarakat dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA :  Facebook Hanyalah Mainan.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan menyentuh 5,5 persen. Optimisme tersebut tidak lepas dari seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

Harapan kita, sebagaimana yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa program vaksinasi adalah sebuah ”game changer” untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Diharapkan menjadi kunci yang menentukan pulihnya kehidupan masyarakat, termasuk pemulihan ekonomi. (46)

–– Dr Retno Setyowati SE MMalumnus program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *