Guru Dituntut Optimalkan Konsentrasi Siswa 20 Menit Pertama

Para siswa mengikuti upacara bendera sebelum terjadi pandemi Covid-19. (SM/istimewa)

MAGELANG – Sekolah dan para guru didorong untuk memaksimalkan metode pembelajaran kepada siswanya. Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka. Sehingga mereka harus mampu berinovasi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Agus Sujito menerangkan, guru bisa menggunakan berbagai aplikasi digital yang sesuai dengan kemampuan guru dan siswa. Sejauh ini banyak guru mengajak siswa menggunakan aplikasi SiPintar, RumahBelajar, Google Form, atau Google Classroom.

Tidak jarang, para guru juga menggunakan aplikasi Zoom untuk bertatap muka atau melakukan review mandiri sebagai pengganti penilaian harian (PH). Bahkan bila para guru membutuhkan penilaian fisik, terkadang meminta para siswa mengirimkan dokumen berupa video.

“Artinya tidak monoton dengan menggunakan satu metode pembelajaran. Tidak setiap pembelajaran daring siswa hanya diminta membaca buku materi dan menjawab soal-soal kemudian melaporkan kepada guru melalui foto tugas atau mengisi form,” kata Agus, Kamis (21/1/2021).

Agus mengatakan, dengan berbagai metode yang dikuasai guru ketika pembelajaran tatap muka, bisa diaplikasikan dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Guru dinilai lebih paham penggunaan metode yang sesuai dengan siswanya masing-masing.

“Yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran daring, guru harus bisa mengoptimalkan konsentrasi siswa pada 20 menit pertama. Jika tidak, guru akan menghadapi siswa yang tidak bergairah sepanjang pelajaran daring itu,” ujar Agus.

Selanjutnya Agus mengimbau guru tidak berhenti berinovasi menciptakan metode pembelajaran yang belum ada. Namun metode itu tetap menarik, menyenangkan, dan materi tersampaikan ke siswa, yang muaranya siswa memahami dan mengerti materi pelajaran.

“Di masa pandemi ini, guru bisa menciptakan metode baru dalam pembelajaran daring. Menyesuaikan aplikasi yang digunakan, durasi waktu, media, alat peraga, rentang waktu mengerjakan tugas, dan lainnya,” lanjutnya. (red)

BACA JUGA :  Kemendikbud Berkoordinasi dengan Disdik Bone untuk Cari Solusi atas Unggahan Gaji Guru Honorer di Media Sosial

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *