Rumah.com Ajak Keluarga Indonesia Sambut Tahun Baru 2021 dengan Perkuat Fondasi Keuangan

Jakarta,Suara Merdeka.Com. – Rumah.com mengajak keluarga Indonesia agar dalam pergantian tahun kali ini dijadikan momentum untuk memperkuat fondasi keuangan keluarga untuk menghadapi segala ketidakpastian, sekaligus memastikan kesiapan ketika kesempatan itu datang untuk membeli rumah. Rumah.com menawarkan sumber informasi lengkap, bukan hanya daftar rumah dijual dan panduan transaksi pembelian properti, melainkan juga berbagai panduan dan langkah-langkah untuk membantu setiap keluarga menyiapkan fondasi keuangannya.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan bahwa tahun 2020 yang dimulai dengan optimisme setelah berakhirnya tahun politik, ternyata menjadi tahun yang penuh tantangan akibat pandemi dan resesi ekonomi. Wajar ketika tahun 2021 datang kita akan menyambutnya dengan penuh harapan, namun harus disertai kesadaran akan adanya ketidakpastian dan kegamangan.

“Di sektor properti sendiri, untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir, indeks harga properti mengalami penurunan secara tahunan menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index sesuai indeks harga (RIPMI-H) di kuartal ketiga 2020. Namun, peningkatan RIPMI-H secara kuartalan bisa dilihat sebagai sinyal positif pemulihan sektor properti nasional. Sinyal positif juga terlihat pada indeks suplai properti (RIPMI-S), yang mencatat angka tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Artinya, saat ini pasar properti dibanjiri oleh pilihan bagi mereka yang memiliki kemampuan membelinya” jelas Marine.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tersebut memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Marine menambahkan bahwa memasuki tahun 2021, ada beberapa hal yang dapat diharapkan dari sektor properti. Antara lain, laju penambahan suplai properti diperkirakan masih akan membanjiri pasar, hal ini kemungkinan diikuti dengan pulihnya daya beli seiring membaiknya perekonomian dan wabah yang mulai terkendali.

Para pelaku industri properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar bisa lebih cepat mengalami pemulihan. Pulihnya sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional, mengingat multiplier effect dari industri ini bisa menyentuh sampai 174 sektor lainnya, sekaligus juga menyerap 30 juta tenaga kerja.

BACA JUGA :  Saatnya BLK Berkolaborasi dengan Industri

Sektor properti harus melakukan adaptasi dengan mengembangkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang selama pandemi semakin membutuhkan lingkungan yang lebih sehat, koneksi internet yang gegas dan stabil, dan ruangan untuk melakukan aktivitas work from home dan school from home. Sektor properti juga harus berinovasi dengan melakukan digitalisasi mulai dari pameran properti dan showing unit secara virtual sampai ke tahap transaksi pembelian yang terakhir.

Namun pemulihan properti juga tergantung pada kondisi makroekonomi dan politik serta tidak lepas dari sejauh mana pemerintah bisa secepatnya menanggulangi pandemi Covid-19 termasuk dalam hal vaksinasi dimana Indonesia harus mengejar ketertinggalan agar pemulihan ekonomi nasional bisa cepat tercapai. Adanya reshuffle kabinet yang baru saja terjadi diharapkan juga bisa berdampak positif sekaligus bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional adalah dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 413,8 triliun untuk sektor infrastruktur sebagai ujung tombak perekonomian nasional di tahun 2021 mendatang. Selain untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga sebagai penyediaan layanan dasar serta peningkatan konektivitas.

Marine menambahkan bahwa peningkatan konektivitas ini bisa berdampak langsung pada perkembangan properti pada daerah-daerah di luar Jakarta. RIPMI-H menunjukkan kenaikan indeks harga properti pada area-area yang terpengaruh pembangunan infrastuktur khususnya akses transportasi. Oleh karena itu, kawasan-kawasan di sekitar kawasan hunian terpadu (planned community), jalan tol baru, dan jalur transportasi massal semakin menjadi incaran konsumen.

“Langkah pemerintah yang terus menitikberatkan pembangunan infrastruktur untuk konektivitas membuat konsumen semakin yakin bahwa properti-properti di sekitar transportasi umum ini memiliki prospek yang bagus di kemudian hari,” tambahnya.

Di balik berbagai faktor pendorong tersebut masih timbul pertanyaan sejauh mana tingkat konsumsi dapat mendorong aktivitas ekonomi khususnya transaksi properti. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan persepsi risiko kredit oleh industri perbankan, agar suku bunga kredit dapat mengikuti turunnya suku bunga acuan. Saat ini Bank Indonesia sudah beberapa kali melakukan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Terakhir, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 3,75% dengan suku bunga Lending Facility sebesar 4,50%.

BACA JUGA :  Strategi Ekspor Indonesia di Masa Pandemi & Paska Pandemi Pemerintah dan Pelaku Usaha Sepakat Mencari Pasar Ekspor Baru

Marine berharap agar laju penurunan suku bunga BI7DRR ini diikuti pula oleh suku bunga KPR. Berdasarkan data hingga Agustus 2020, rata-rata suku bunga KPR dan KPA sejak Januari 2019 adalah 8,75% sementara rata-rata suku bunga BI7DRR berada di angka 5,15%. Adapun pergerakan suku bunga KPR dan KPA juga belum sedinamis BI7DRR. Saat suku bunga BI7DRR sudah mengalami penurunan sebesar 25% pada September 2020 dibandingkan awal tahun 2020, suku bunga KPR dan KPA hanya turun sekitar 5,3% pada periode yang sama.

“Berdasarkan data Rumah.com Consumer Sentiment Survey 2020, sebanyak 73% responden menyebutkan suku bunga sebagai pertimbangan utama dalam membeli properti. Suku bunga KPR yang lebih rendah akan membuat konsumen lebih percaya diri mengambil keputusan membeli properti,” jelasnya.

Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2020. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di tanah air.

Semantara itu bagi orangtua yang anak-anaknya sudah bersekolah, tahun baru ini juga dipenuhi ketidakpastian karena administrasi, daftar ulang, dan pendaftaran sekolah tetap harus dilakukan, meskipun kepastian jalannya kegiatan belajar mengajar tergantung kondisi pandemi Covid-19 terbaru. Meskipun pemerintah telah mengisyaratkan akan memulai sekolah tatap muka di bulan Januari 2021 nanti, namun pelaksanaannya tergantung kondisi penyebaran pandemi di daerah masing-masing. Setiap keluarga harus bisa menyeimbangkan kebutuhan dana pendidikan dengan pos-pos lainnya seperti dana darurat dan tentunya tabungan untuk rencana pembelian rumah.

Marine mengingatkan, menghadapi tahun 2021 yang masih diliputi ketidakpastian, adalah penting bagi keluarga-keluarga Indonesia untuk melakukan perencanaan keuangan sebaik dan sedini mungkin termasuk merencanakan kebutuhan pangan, sandang dan papan. Karena dengan perencanaan keuangan yang baik bisa menjadi fondasi yang kuat bagi keuangan keluarga, apalagi jika sudah merencanakan untuk memiliki rumah.

BACA JUGA :  Survei BPS Ungkap Program Kartu Prakerja Tingkatkan Keterampilan Penerima

“Rumah.com menyajikan ulasan berbagai wilayah, tren kenaikan harga, dan panduan yang lengkap bagi keluarga yang sedang menyiapkan diri untuk membeli rumah. Bahkan bagi mereka yang merasa belum siap untuk membeli rumah, Rumah.com dapat membantu memahami di mana posisi mereka saat ini dan apa yang harus dilakukan dengan kalkulator keterjangkauan dan panduan seputar keuangan,” pungkas Marine.

—– selesai —–

Tentang Rumah.com

Rumah.com adalah portal properti terdepan di Indonesia dan bagian dari PropertyGuru Group, perusahaan teknologi properti terdepan di Asia. PropertyGuru Group menjadi pilihan lebih dari 23 juta pencari properti di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Sebagai bagian dari PropertyGuru Group, Rumah.com membantu para pencari properti lewat beragam pilihan yang sesuai, informasi-informasi mendalam, serta solusi yang membuat mereka mampu mengambil keputusan terkait properti dengan percaya diri.

Rumah.com diluncurkan pada 2011 dan merevolusi pasar properti Indonesia dengan membawanya ke bentuk online dan menjadi lebih transparan bagi para pencari properti. PropertyGuru.com.sg diluncurkan pada 2007 dan merevolusionerkan pasar properti Singapura secara online dan membuat membuat pencarian properti menjadi lebih transparan. Selama satu dekade, grup ini telah berkembang dari kekuatan media properti regional menjadi perusahaan teknologi yang berkembang pesat dengan portofolio yang kuat dari portal properti No.1, aplikasi seluler pemenang penghargaan; platform pemberdayaan penjualan pengembang terbaik di kelasnya, FastKey, dan sejumlah aktivitas properti terkemuka di industri seperti awards, event, dan publikasi – di sebelas negara di Asia.(bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *