Gubernur Sulsel Serahkan 50 Unit Huntap Kepada Korban Banjir Bandang Luwu Utara yang Kehilangan Rumah

Luwu Utara,Suara Merdeka.Com.- Di tengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan di Sulawesi Selatan (Sulsel), Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berkesempatan melakukan serah terima 50 unit hunian tetap (huntap) yang dibangun Pemprov Sulsel, kepada bupati Luwu Utara. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov Sulsel kepada Bupati Luwu Utara, khususnya masyarakat terdampak banjir bandang yang kehilangan rumahnya Juli silam. Dalam sambutannya Ia mengatakan, sudah menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi untuk selalu hadir mensupport seluruh Bupati/Wali Kota di Sulsel.

“Saya kira inilah kewajiban pemerintah. Di saat ada masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, maka pemerintah harus hadir. Jadi bukan Pemprov-nya. Pemprov itu sifatnya hanya mensupport, yang aktif sekarang ini adalah ibu bupatinya. Kita tinggal mensupport semua langkah-langkah ibu bupati,” tegas Nurdin kepada wartawan disela-sela acara yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat di Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Rabu (30/12) pagi.

Selain itu, Nurdin juga mengapresiasi semua pihak, khususnya PT Tatalogam Lestari yang mampu membangun 50 unit huntap hanya dalam waktu 68 hari. Menurutnya, huntap yang dibangun ini adalah huntap yang bisa menginspirasi siapa saja, karena dibangun cepat, dengan harga murah.

“Ini bagus ya (rumah Domus). Saya kira ini yang pertama. Saya terinspirasi dengan rumah ini. Saya juga nggak paham, rumah ini dibangun cepat, harga murah, tapi kualitasnya sangat baik. Jadi memang kita mengapresiasi karena masih ada orang yang punya hati mau turun tangan segera membangun rumah yang cukup representatif dengan harga murah. Tentu kita mengetuk hati semua, masyarakat, dunia usaha. Kalau semua ikut berpartisipasi untuk membantu seluruh korban bencana banjir ini, yah saya yakin ibu bupati tidak akan sulit memikul sendiri. Jadi semua terlibat. Makanya kami Provinsi hadir dalam rangka membantu, ” terangnya lagi.

BACA JUGA :  Dorong Perekonomian Indonesia, Bank OCBC NISP Berdayakan Pengusaha Perempuan Melalui Program #TAYTB Women Warriors

Dikesempatan yang sama, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani juga tak lupa menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas rampungnya 50 unit huntap bagi korban bencana banjir bandang di wilayahnya. Ia menjelaskan, akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara Juli lalu, 1295 rumah warga rusak berat, bahkan hilang terseret banjir. Selama ini, masyarakat terdampak terpaksa menyewa rumah dari dana bimbingan Pemerintah Daerah hingga hunian tetap mereka selesai dibangun.

“Yah yang pasti untuk yang rumahnya hilang, rusak berat kan sudah diberikan dana bimbingan. Nah tadi kan kita dengar mereka sudah menyewa untuk hunian sementara sampai menunggu selesainya hunian tetap. Dan kita bersyukur dengan dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam 68 hari ada 50 unit rumah yah, hunian tetap yang bisa diserahterimakan hari ini dan insha allah akan segera kita atur pembagiannya untuk masyarakat yang terdampak,” terangnya kepada wartawan.

Ia juga berharap bantuan hunian tetap dari Pemprov Sulsel ini dapat menjadi pemicu bagi pihak lain, baik swasta maupun pemerintah pusat untuk dapat membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Luwu Utara yang masih sangat membutuhkan uluran tangan.

“Kita berharap ini (bantuan huntap) mampu mendorong pihak lain, termasuk juga pihak swasta, dan mungkin dari pemerintah pusat, melalui kementerian PUPR, BNPB dan pemerintah daerah juga, serta disokong Pemerintah Provinsi untuk segera menuntaskan. Dan resolusi kita untuk 2021 dalam hal penanganan banjir bandang adalah penyediaan hunian tetap untuk masyarakat terdampak. Target kita 1295 unit huntap. Alhamdulillah sudah dimulai oleh Pemprov dengan 50 unit. Saya yakin ini menjadi pemancing bagi yang lain,” terang Indirani lagi.

BACA JUGA :  Ambhara Hotel Jakarta, Sediakan Layanan “Anda Lapar? Kami Antar”.

Sementara itu, Project Manager PT. Tatalogam Lestari yang mendesain rumah Domus atau rumah permanen instan, Krisna Dewanty menjelaskan, pengerjaan huntap ini hanya memakan waktu 68 hari kerja. Ia menyebutkan, 50 unit huntap ini dikerjakan mulai tanggal 13 Oktober 2020 silam, sampai selesai sesuai dengan kontrak kerja tanggal 22 Desember 2020.


“Alhamdulillah, dengan segala proses dan kendala yang ada, kami mampu merampungkan huntap ini. Untuk itu, terima kasih kepada seluruh pihak, terkhusus bapak Gubernur, ibu Bupati, pak Camat, dan semua pihak, bapak dan ibu, masyarakat Luwu Utara. Tentu kami tidak bisa membangun tanpa dukungan para bapak dan ibu semua, serta para pejabat lainnya yang ikut men-support kami. Semoga bangunan huntap ini bermanfaat buat masyarakat Luwu Utara, khususnya para korban yang telah kehilangan tempat tinggal,” pungkasnya. (bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *