Menristek : Lahirnya Pesawat N219 Bukti dari Implementasi Triple Helix

SMJkt/Ist

 

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Keberhasilan pengembangan pesawat N219 merupakan bentuk penerapan Triple Helix antara pemerintah, peneliti, dan industri. Kerja sama yang terjalin dengan baik ini tentu menjadi modal yang sangat penting dalam pengembangan program-program di masa yang akan datang.

“Sesuai dengan apa yang telah menjadi tugas dan fungsi dari Kemenristek/BRIN, lahirnya pesawat N219 ini adalah bukti dari implementasi Triple Helix yang mulus antara pemerintah dalam hal ini adalah Kemenristek/BRIN, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas), penelti (LAPAN), dan industri (PTDI),” ujar Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro.

Untuk diketahui bahwa Pesawat N219 telah menyelesaikan pengujian dan mendapatkan Type Certificate. Sertifikat tipe merupakan sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Saya melihat kerja sama yang sangat baik antara LAPAN dengan PTDI, demikian juga dengan Kementerian Perhubungan sebagai pihak yang memberikan Type Certificate, hal ini tentu sangat menjanjikan untuk pengembangan program-program di masa depan,” tuturnya.

Bambang menjelaskan bahwa ekosistem industri penerbangan dan kedirgantaraan di Indonesia harus segera terapkan, maka dari itu dibentuklah Komite Kedirgantaraan Indonesia. Ekosistem industri penerbangan dan kedirgantaraan diharapkan dapat meningkatkan peran semua sumber daya yang ada di Indonesia ke dalam industri penerbangan Nasional.

“Saat ini kita membentuk Komite Kedirgantaraan Indonesia menggantikan Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (DEPANRI),” jelasnya.

Terbentuknya Komite Kedirgantaraan Indonesia, lanjut Bambang, diharapkan dapat segera mengimplementasikan ekosistem industri penerbangan di Indonesia dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

“Kami juga sangat berharap agar Kementerian Perhubungan dapat memberikan dukungan penuh kepada komite ini sehingga kita benar-benar bisa meningkatkan peran Indonesia sendiri di dalam industri penerbangan nasional, semua ini harus kita lakukan dengan koordinasi dan sinergi yang sangat baik,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pendidikan Vokasi yang Ajarkan Kompetensi Hanya Memiliki Pengaruh 20 Persen

Tentunya, Kemenristek/BRIN mengundang peran dari kementerian dan lembaga untuk bisa memperkuat komite ini sehingga suatu saat nanti kita tidak memiliki masalah dengan konektifitas karena mampu menguasai industri penerbangan dan kedirgantaraan di Indonesia.

Sementara, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi menyampaikan dukungan penuh terhadap pesawat N219 dengan menjadikan pesawat N219 ini sebagai alat operasional bagi para pemangku kepentingan di Kementerian Perhubungan dalam menghubungkan pulau-pulau yang ada di Indonesia.

“Kementerian Perhubungan bukan saja mendukung pengembangan pesawat N219 namun juga Kementerian Perhubungan berencana membeli pesawat N219 untuk kegiatan di Kementerian Perhubungan,” kata Budi Karya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendukung para stakeholder perhubungan yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia untuk menggunakan pesawat N219 dengan harapan pesawat N219 ini bisa menjangkau daerah-daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

“Mari kita apresiasi apa yang dilakukan LAPAN dan PTDI karena satu kebanggaan harus diciptakan walaupun dalam masa pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *