Baznas Gandeng UPZ dan Bamuis BNI untuk Perkuat Peternak Mustahik di Bekasi

Sejumlah peternak memberikan makanan pada hewan ternak di Balai Ternak Baznas. (SM/dok)

JAKARTA- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus berupaya memberdayakan perekonomian peternak mustahik di Indonesia. Kali ini, peternak yang disasar adalah Kelompok Pusaka Farm Desa Sukaindah, Kabupaten Bekasi.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) Baznas Ajat Sudarjat mengatakan, kelompok di desa tersebut sesungguhnya sudah berjalan sejak pertengahan 2017. Seiring berjalannya waktu, ada dinamika yang terjadi dan di akhir 2019 menyisakan 17 peternak mustahik.

Untuk memperkuat balai ternak di Desa Sukaindah, Baznas bekerjasama dengan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) BNI dan Baitul Mal Umat Islam (Bamuis) BNI menyalurkan bantuan kepada kelompok Pusaka Farm.

Jumlah mustahik penerima manfaat berjumlah sepuluh orang, tiga di antaranya mustahik lama. Sedangkan ternak yang disalurkan ditarget sebanyak 123 ekor. “Kami ingin mewujudkan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan mustahik peternak. Indikatornya mudah, yaitu pendapatan mustahik meningkat 20 persen dari peningkatan awal,” ujar Ajat Sudarjat pada acara Launching Penguatan Balai Ternak Baznas Kabupaten Bekasi secara virtual yang disiarkan langsung melalui Baznas TV, Rabu (23/12).

Turut hadir sebagai pembicara pada acara tersebut, antara lain Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas Randi Swandaru, Direktur Eksekutif Bamuis BNI Sudirman dan Wakil Ketua UPZ BNI Herry Wibowo.

Ajat menambahkan, ke depan akan dikembangkan beberapa usaha di areal balai ternak seperti pemanfaatan pupuk kompos, penanaman tanaman hingga aqiqah. Sejumlah balai ternak, lanjut Ajat, ada yang sudah menjalankan aneka usaha tersebut.

Balai ternak Baznas sendiri saat ini tersebar di 37 desa, 26 kabupaten/kota dan 14 provinsi. Adapun penerima manfaat sebanyak 842 kepala keluarga. Pada tahun depan sudah ada enam titik yang berkomitmen dengan Baznas daerah untuk program balai ternak.

“Kami juga bekerjasama dengan Baznas daerah sehingga titik balai ternak bisa terus berkembang di beberapa daerah yang sekarang belum ada. Prinsipnya, kerjasama tersebut akan membantu masyarakat di beberapa daerah yang potensi peternakannya layak untuk dikembangkan,” ungkap Ajat.

BACA JUGA :  Kepala Perpusnas Bantah Anggapan Orang Indonesia Malas Membaca

Wakil Ketua UPZ BNI Herry Wibowo berharap sinergi yang dilakukan bersama Baznas dan Bamuis terus berlanjut dan semakin memberi warna. Dana yang disalurkan melalui Baznas untuk balai ternak, kata Herry, berasal dari dana zakat dan sedekah para pegawai BNI di seluruh Indonesia.

Penyaluran zakat juga dilakukan dalam beberapa program, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat dan dakwah. Pihaknya mengalokasikan lima persen dari seluruh pengumpulan zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat.

“Tahun lalu kami sudah melakukan kerjasama dengan Baznas. Sekarang kami kerjasama lagi untuk pembibitan dan penggemukan hewan ternak domba dan kambing. Ini salah satu bentuk sinergi dan inovasi,” terangnya. (rif/69)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *