Olimpyakids, Siapkan Dunia Bermain untuk Anak-anak.

Launching Olimpyakids dalam “Festival Generasi Emas Indonesia”. (SMJkt/BB).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com — Olimpyakids, platform online (www.olimpyakids.com) yang bertujuan membentuk karakter anak dengan konsep pembelajaran dan kegiatan bermain yang menyenangkan, resmi hadir di Indonesia.

Olimpyakids yang berikhtiar
memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, mendapatkan dukungan penuh dari NU Circle dalam menyelenggarakan Festival Generasi Emas Indonesia.

Kehadiran Olimpyakids, sebagaimana dikatakan Douglas Kertapati Founder Olimpyakids, akan memberikan solusi terkait dunia pendidikan, teristimewa pendidikan anak-anak di masa pandemi.

Karena program pembelajaran interaktif digital yang mereka kemas, diklaim berbeda. Mulai dari permainan secara interaktif, informasi untuk orang tua dan video kegiatan berbagai program menarik lainnya.

“Program ini lahir berangkat dari gep atau jurang menganga, betapa nasionalisme anak-anak sekarang berbeda dengan generasi lalu. Tujuannya, via Olimpyakid anak-anak sekarang karakternya menjadi lebih kuat. Sekaligus ada pemerataan edukasi di sekolah dan di rumah dengan sama baiknya,” kata Douglas Kertapati saat Launching Olimpyakids dalam “Festival Generasi Emas Indonesia” yang di dukung oleh NU Circle di JDC, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Dia menambahkan, silabus Olimpyakid 65 % Ilmu, dan 35 % Fun, atau permainan.

“65 persen belajar, 35 persen bermain. Tugas tidak melulu persoalan akademis. Tapi juga ada akhlak dan budi pekerti,” imbuh dia.

Olimpyakids dikemas dengan metode pembelajaran Explore, Discover dan Grow.

Olimpyakids juga menghadirkan Olimpya City sebuah permainan online dimana setiap anak dapat memilih karakter, menonton video serta menjawab pertanyaan dari berbagai gedung yang tersedia di Olimpya City. Sehingga anak dapat bermain sambil belajar dengan cara virtual agar tidak membosankan.

Olimpyakids tidak hanya menawarkan program pembelajaran yang dapat mengedukasi anak, tapi juga orangtua dapat mengetahui lebih jauh kreatifitas, bakat, dan minat seorang anak dari program parenting.

BACA JUGA :  Mengelola Keuangan Dengan Bijak di Tengah Pandemi.

Sekaligus menjadi wadah memberikan informasi tentang program beasiswa dari berbagai sekolah yang bekerjasama dengan Olimpyakids , atau Academics.

Ditambahkan Ketua Umum NU Circle Gatot Prio Utomo, Festival Generasi Emas adalah sebuah ruang temu sejumlah pemangku kepentingan pendidikan untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

“Karena anak-anak yang ada saat ini akan menjadi tulang punggung di kita di masa depan,” kata Gatot Prio.

Dia menambahkan, dunia pendidikan di Indonesia belum berjalan sebagaimana diharapkan.

“Pada saat bersamaan, angka kematian bayi di Indonesia, tertinggi di Asia Tenggara. Sekaligus anak- anak kita bisa membaca, tapi tidak bisa memahami apa yang diabaca. Untuk itu even ini menjadi penting,” katanya.

Berangkat dari pemahaman itulah, Olimpyakids hadir sebagai bentuk program buatan anak Indonesia yang berguna untuk membantu pemerintah, sekolah, dan orang tua. Untuk menjadi sahabat anak dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter mereka di era new normal dan digital ini.

Festival Generasi Emas Indonesia akan dilaksanakan selama 3 hari, 18 – 20 Desember 2020 dan live di Youtube Olimpyakids Official.

Banyak Anak-anak Stres.

Seto Mulyadi, psikolog anak cum Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia menerangkan, pola ajar di Indonesia, khususnya kepada anak-anak selama ini berjalan menyimpang.

Untuk itu, dia menghimbau
pentingnya keberadaan perlindungan anak. Karena marak terjadi kekerasan atas nama pendidikan, di rumah saat belajar daring.

“Data dari Kementrian terkait,
13 persen anak mengalami depresi, (selama pembelajaran daring di masa pandemi) dan ada yang dirawat di RS Jiwa, karena tertekan,” kata Kak Seto.

Dia menerangkan, belajar yang efektif adalah belajar yang menyenangkan. “Maka jika ada institusi yang mengadakan sistem belajar yang menyenangkan, saya dukung. Karena belajar tidak melulu persoalan ilmu pengetahuan, tapi juga etika dan estetika,” imbuh dia.

BACA JUGA :  Masih Ada Kesempatan, Ayo Raih Adinegoro!

Untuk itu Seto Mulyadi menilai keberadaan Olimpyakids menjadi angin segar bagi dunia pendidikan. “Karena dunia anak adalah dunia bermain. Pendidikan harus bisa membuat anak didik memunculkan kemampuan terbaiknya,” kata Kak Seto.

Seto Mulyadi juga sejalan dengan himbauan Mendikbud yang mengatakan, di masa pandemi lembaga pendidikan tidak harus menuntaskan pada penuntasan kurikulum. “Tapi menciptakan kurikulum untuk anak, bukan anak untuk kurikulum. Kurikulum darurat. Karena kita di masa darurat,” katanya sembari menekankan
kemampuan screen time anak TK hanya 1 jam, dan anak SD 1,5 jam, selama berada di depan layar komputer.

“Sementara ada screen time yang harus sampai berjam jam, yang harus dilakukan anak TK dan SD,” katanya masygul. Karena dunia pendidikan bagi anak-anak, masih menurut Kak Seto, tida melulu tentang menuntaskan kurikulum. Tapi juga kecakapan hidup.

“Intinya harus membuat anak gembira dan senang. Kalaupun marah, marah dengan gembira,” tekannya.

Festival Generasi Emas Indonesia di dukung H. Arsul Sani, S.H., M.Si. (Wakil Ketua MPR RI), Kartika Wirjoatmodjo, S.E., M.B.A (Wakil Menteri BUMN), Prof. Dr. Muhajir Effendy (Menteri Koordinator Bidang PMK), Dr. Iwan Syahril, Ph.D (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Prof. Maksoem Machfudz (Dewan Kehormatan NU Circle / Waketum PBNU) dan Lily Chodidjah Wahid (Dewan Kehormatan NU Circle & Pemerhati Anak Nusantara). (Benny Benke-69).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *