Lima Jam Non-stop, 25 Guru Sekolah Alam Cikeas Bercerita Berbagi Praktik Baik

Kunti Indra, Direktur Sekolah Alam Cikeas saat bercerita.

JAKARTA, SuaraMerdekaJkt.Com – Sekolah Alam Cikeas menggelar kegiatan 25 Guru Berbagi Praktik Baik sepanjang 5 jam nonstop. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2020, sebagai wujud dukungan kepada pemerintah dalam gerakan Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar

Selama 5 jam tersebut, 25 Guru Berbagi Praktik Baik dengan 25 topik yang berbeda-beda. Setiap guru berbagi satu praktik baik yang telah dilakukan di Sekolah Alam Cikeas dengan bercerita masing-masing selama 10 menit, LIVE  di facebook @Sekolah Alam Cikeas pada hari Rabu, 25 November 2020 bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN)

Para guru ini ditantang untuk dapat menceritakan kembali praktik baik yang telah dilakukan selama mengajar di Sekolah Alam Cikeas. Sejumlah topik yang disampaikan adalah ‘Mengapa Jadi Guru? Memupuk Kepercayaan Diri Sebagai Guru’ yang disampaikan oleh Yuni Khairun Nisa, SP, Merangsang Kemampuan Motorik Anak dengan Bermain oleh Marlina Gufron, S.Psi, Anak Belajar Banyak dari Tamu Tak Diundang oleh Ine Agustiyani, S.Psi, Guru Rasa Teman: Membangun komunikasi efektif agar siswa lebih terbuka oleh Nurhayatul Ismah, S.Si., Enigma: Memantik Literasi Siswa dengan Permainan Kata oleh Zulianto Adi, Belajar Dari Pohon Rambutan “Deep Learning through Playing” oleh Hupron Fadilah, S.Pd, Totalitas Jiwa dalam Mengajar sebagai Kunci Keberhasilan Seorang Pendidik oleh Kunti Indra K, S.P., M.M, Mengintip Minat Bakat Remaja dengan “Bonding” oleh Melati Puspitasari, S.P, “Membentuk Karakter Anak melalui Alam” oleh Harfizal, M.AI., “Pendidikan Finansial sejak usia dini” oleh Cecep Sumantri,S.Pd, Memantik Potensi Anak melalui Kegiatan Assembly oleh Nur Shabrina Rosandi, S.Pd, Menggali ‘Thinking Ability’ Anak melalui Pengalaman Observasi Cuaca saat Pandemi oleh Ismi Syahidah, S.Pd, Pengalaman Spesial Bersama Anak Spesial oleh Fajar Indri Hapsari, S.Pd., Social Emotional Learning  pada Siswa SD dan SMPoleh Pungky Aryogo Putro, S.Hut., Menggali dan Menumbuhkan Karakter Anak Lewat Permainan Luring maupun Daring oleh Hanifa Muslimah, S.Pd,  Belajar dari Pengalaman Eksplorasi-Observasi-Integrasi-Refleksi oleh Dicky Adriansyah Budiman, S.Si, Ada Binatang Apa di Sekitar Sekolah? Yuk, jadikan sebagai teman belajar yang menyenangkan! Oleh Dede Sunarya, S.Kom., Belajar Menyenangkan melalui Budidaya Tanaman Kacang Panjangoleh Tri Widyantoro Beruh, S.P., Bisa formulasi Google Sheets Tanpa perlu belajar formulanya oleh Doni Ari Bharata,Dari Kerja Jadi Hobi. PengALAMan Mengajar di PG-TK Sekolah Alam Cikeas oleh Prihti Mulanawati, Belajar dari Proyek Taman Bermain oleh Ade Putri Febriani, S.Hum, Tips Membuat Anak Belajar dan Bergerak Saat BDR dengan Trekking Virtual oleh Putra Dwinanda, S.Pd, Membangun Perilaku Peduli Lingkungan Pada Materi Pembelajaran Pertanian Organik oleh Kholidin, S.P, Kebebasan yang Membangun Kemandirian oleh Maisyafriana, S.Pd dan olaborasi Fasilitator, Orangtua dan Siswa dalam Menanamkan Nilai-ilai Mulai melalui Proyek Pertunjukan oleh Azwar Abdurrakhman, S.S.

BACA JUGA :  Ini Penjelasannya, Pemda diberikan Kewenangan Tentukan Izin Pembelajaran Tatap Muka

‘’Setelah 14 tahun Sekolah Alam Cikeas berdiri, pada Hari Guru Nasional 25 November 2020 ini kami berbagi cerita dan pengalaman dunia pendidikan kepada seluruh guru di Indonesia. Semangat berbagi dan beraksi bersama untuk pendidikan Indonesia. Pengalaman adalah sekolah terbaik,’’ ungkap Kunti Indra K, Direktur Sekolah Alam Cikeas.

Sementara itu, Hupron Fadhilah, Kepala Sekolah TK dan Kepala Sekolah Alam Cikeas Training Center mengatakan, memilih metode bercerita, karena pihaknya meyakini cerita masih menjadi senjata ampuh untuk menyampaikan pesan sampai ke pendengarnya.

‘’Cerita sudah terbukti menjadi salah satu metode yang telah digunakan sejak nenek moyang kita. Bahkan  sampai saat ini, top speaker sekelas Tony Robbin dan yang lainnya pun kerap kali mengangkat cerita dalam kelasnya,’’ ungkap Hupron Fadhilah. Memilih 25 guru menyesuaikan dengan tanggal Hari Guru yang jatuh pada tanggal 25. Ia berharap, dengan menceritakan pengalaman yang baik dan unik yang memungkinkan untuk bisa jadi pelajaran bagi sahabat guru di penjuru Indonesia.

Sebelum kegiatan dimulai, pihak sekolah telah melakukan coaching clinic bersama communication expert agar para guru dapat bercerita dengan cara yang menarik di depan kamera. Coach Arih Budi Utomo melatih para guru dua hari sebelum tampil. Para guru yang berminat, kemudian mengajukan diri beserta topik yang akan dibawakan.

Acara ini diselenggarakan untuk berbagi semangat menyatukan energi dengan seluruh sahabat guru hebat di Indonesia untuk terus dapat menyajikan proses pembelajaran yang tidak hanya memerdekakan anak, namun juga memerdekakan kreativitas guru dalam mengajar, seperti topik-topik liar dan unik yang diceritakan dalam 25 Guru Bercerita Berbagi Praktik Baik.

‘’Saya sangat senang ikut terlibat dalam kegiatan ini, karena ini dalam kesempatan ini saya dapat berpartisipasi berbagi pengalaman dengan guru-guru lain. Dalam kesempatan ini kami melakukan aksi yang mengajak guru-guru lainnya untuk terus menerus belajar,’’ ungkap Maisyafriana, S.PD, Kepala SMA Sekolah Alam Cikeas.

BACA JUGA :  Pemutakhiran UKBI Adaptif Buka Peluang bagi Penutur Bahasa Indonesia Lebih Luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *