Transformasi Digital Perlu dijadikan Arus Utama Pembangunan Ekonomi Nasional

Menteri Riset danTeknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro melihat transformasi digital perlu dijadikan sebagai bagian dari arus utama pembangunan ekonomi nasional ke depan. Sehingga, upaya yang dilakukan bukan hanya berorientasi pada trend global saja, melainkan berinovasi untuk ekonomi digital nasional.

“Indonesia punya cita-cita besar dimana pada tahun 2045 Indonesia sudah menjadi negara maju. Sehingga untuk mencapai ke sana, cara satu-satunya itu mengubah ekonomi berbasis inovasi,” ungkapnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, inovasi yang harus mendapat perhatian ialah inovasi di bidang teknologi digital sebagai percepatan transformasi tersebut. Namun, masih ada tiga kelemahan dalam hal inovasi ini, yakni institusi yang belum mendorong penuh inovasi.

Kemudian, riset saat ini yang belum diarahkan untuk memperkuat transformasi digital, dan bisnis yang masih didominasi oleh sumbangsih sumber daya alam (SDA) maupun manufaktur sederhana.

“Salah satu yang harus benar-benar dimanfaatkan itu penetrasi dari cellphone dimana penetrasi di Indonesia mencapai 100 persen dibandingkan negara ASEAN lainnya dan ini menjadi modal besar,” tuturnya.

Bambang menuturkan bahwa pemerintah telah menganggarkan sejumlah dana untuk infrastruktur terkait broadband. Selain itu, pemerintah juga berupaya agar e-government benar-benar terwujud, bukan hanya konsep semata, melainkan dalam realita termasuk integrasi dari data center dan aplikasi.

Menurutnya, infrastruktur TIK juga harus difokuskan untuk pelayanan publik, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pertanian, smart city, dan mendukung e-commerce Indonesia.

Di sisi lain, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM), Arif Rahman Hakim menyampaikan pada masa pandemi ini UMKM yang memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usahanya mengalami peningkatan omzet. Walaupun demikian, menghubungkan UMKM dengan ekosistem digital masih menjadi tantangan tersendiri.

BACA JUGA :  Kunci Kemajuan Bangsa Adalah Inovasi Perguruan Tinggi

“Kuncinya adalah bersinergi dengan stakeholder pelaku utama, yaitu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, dan dengan para pelaku usaha baik BUMN maupun swasta. Khususnya dunia pendidikan tinggi dalam hal ini memegang peranan penting,” terang Arif. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *