Jonathan Kuo dan Jakarta Conservatory of Music Gelar Resital Piano Online.

Jonathan Kuo. (SMJkt/Ist).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Pianis klasik Jonathan Kuo tak pernah berhenti berkarya walau di tengah kepungan pandemi. Jonathan Kuo merupakan salah satu Young Steinway Artist dari Indonesia yang mendunia dan menerima banyak penghargaan dari beberapa kompetisi internasional.

Dari the Virginia Waring, Kawai Asia, Chopin ASEAN, Thailand Chopin International Piano Competition dan masih banyak lagi.

Saat ini ia menjadi mahasiswa Program Diploma Konservatorium Musik Jakarta yang aktif berkarya di usianya yang masih belia.

Meskipun belum bisa menggelar resital offline, Jonathan Kuo terus berkarya dengan menggelar resital online. Dan sejauh ini pianis muda berbakat ini telah 3 kali menggelar resital online.

Dua diantaranya bersama Jakarta Conservatory of Music (JCoM) dan bersama House of Piano (part of Steinway and Sons Indonesia).

Jo panggilan akrabnya, mengungkapkan keinginannya berbagi dan memperdengarkan karya-karya indah kepada para pecinta musik klasik yang hampir setahun ini tidak dapat menikmati konser atau sajian musik
klasik.

Bersama Jakarta Conservatory of Music dibawah pimpinan Iswargia R. Sudarno, Jonathan Kuo sukses menggelar kembali online piano recital yang disiarkan secara langsung pada Sabtu, (13/12/2020) via youtube channel: Jakarta Conservatory of Music.

Dalam resital online tersebut, Jo secara solo akan menampilkan beberapa karya dari 3 Komponis yaitu; Mozart, Bartok dan Schumann.

Karya yang ditampilkan Jo secara solo diantaranya: Johannes Brahms’ Four Ballades, Op. 10, Ludwig van Beethoven’s “Appasionata” and “Waldstein” piano sonatas, Franz Schubert’s Wanderer Fantasy, Wolfgang Amadeus Mozart’s Fantasy in C Minor, KV 475, Bela Bartok’s Piano Sonata Sz. 80, dan Robert Schumann’s Carnaval Op. 9.

Dengan durasi 60 menit, Jo berhasil menampilkan penampilan terbaiknya dari berbagai gaya bermusik abad ke-18, 19 dan 20.

BACA JUGA :  Si Juki Anak Kosan, Kisah Absurd Penghuni Kos.

“Tentunya akan ada perbedaan antara pertunjukan offline dan online. Perbedaannya, jelas saya tidak bisa merasakan kehadiran penonton secara langsung, tidak bisa interaksi dengan penonton dan sesama pemain. Dan yang yang paling berbeda adalah output suara dari resital online ini jauh berbeda dengan resital offline,” kata Jonathan Kuo seusai konser daring.

Dia menambahkan, untuk konser daringnya dia berharap penonton
menggunakan headphone, atau sound system yang bagus untuk mendengarkan resital online.

Sedangkan Iswargia R. Sudarno mengungkapkan, “Walau sensasi dan output suara yang dihasilkan jelas berbeda, keuntungan menonton resital online ini penonton bisa menikmatinya dimanapun. Menggunakan media apapun dengan aman tanpa khawatir ada kerumunan massal layaknya konser offline,” katanya.

Dia menambahkan, penonton bisa lebih santai melihat penampilan para penampil. Tidak seperti ketika berada di dalam gedung konser yang diwajibkan untuk memberi perhatian penuh.

Iswargia dan Jakarta Conservatory of Music mengungkapkan bahwa Konser adalah kegiatan kebudayaan yang harus selalu ada supaya cita rasa dan sensitivitas kita sebagai masyarakat selalu terjaga.

Ia berharap dengan menggelar resital online, menjaga apresiasi masyarakat terhadap karya musik. Dan menjaga agar para musisi tidak kehilangan keterampilan, kreativitas dan mentalitas dalam bermusik.

Karena konser sejatinya berbeda dengan latihan musik biasa. (Bb-69).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Enter Captcha Here :