Surge Bangun Infrastruktur Telko Hulu Sampai Hilir

  

  Jakarta,Suara Merdeka.Com.- Penduduk  Indonesia mana yang tidak kenal internet dan media sosial? Menurut hasil suvey APJII (Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Internet Indonesia) November lalu, dari jumlah penduduk 268,2 juta jiwa, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 200 juta, naik dari 174 juta pada awal tahun. 
    Kenaikan jumlah pengguna internet sangat pesat, terutama akibat Covid-19 telah membuat hampir seluruh lapisan masyarakat harus membatasi kegiatannya di luar rumah. Karenanya di triwulan 3 tahun ini, kemungkinan jumlah pengguna nternet sudah mencapai 200 jutaan.
    Sayangnya, mayoritas pengguna internet masih di perkotaan. Sementara internet masih belum merambah kawasan 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) yang jauh dari ibukota propinsi, yang pertumbuhan ekonominya terhambat karena pembangunan infrastruktur yang belum merata.
    Padahal solusi digital yang memberikan nilai tambah sudah banyak diciptakan, namun masih kurang dua hal. Kualitas akses jaringan belum sempurna dan belum menjangkau seluruh kawasan Indonesia, juga karena belum optimalnya sosialisasi nilai tambah tadi.
    Kata Direktur Utama Surge, Hermansyah Haryono, mimpi para profesional telko adalah membangun ekosistem digital dari hulu, yang berupa infrastruktur telko dan ke hilir berupa platform OTT dan periklanan. Surge sedang membangun ekosistem lengkap dari hulu ke hilir agar terjadi efisiensi dan potensi bisnis yang luas karena layanan telko tidak lagi terkotak-kotak. “Ini yang membedakan layanan Surge dengan perusahaan mana pun di Tanah Air,” kata Hermansyah 
Saat ini sisi hilir Surge  sudah rapi, tinggal membangun jaringan infrastruktur hulu di samping rel kereta api, yang investasinya sangat ekonomis bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Perangkat yang digunakan pun sangat modern, yang dioperasikan oleh profesional yang berpengalaman.
    Ekosistem digital Surge dianalogikan sebagai jalan tol yang dapat dilewati berbagai kendaraan – pengguna dan aplikasinya – berkecepatan tinggi, yang di sampingnya ada media iklan sistematik yang akan membiayai operasional jalan tolnya. Jalan tol ini akan menjangkau 530 kota di seluruh Pulau Jawa.
        Go public segera
    Target pasar Surge adalah seluruh masyarakat, dan para pengiklan serta pelaku usaha akan dibantu memasarkan produk mereka mulai dari pengenalan, pemahaman, hingga proses distribusinya. Dampaknya, permintaan barang menjadi tinggi karena tingkat pengenalan yang baik, terjadinya efisiensi proses distribusi sehingga harga lebih murah.
    Surge terus mengembangkan bisnis bidang periklanan, multimedia dan jaringan internet yang terintegrasi dengan platform yang beragam. Misalnya, platform layar TV di KA komuter Jabodetabek dan KA jarak jauh, media luar ruang di stasiun KA dan Perumda Pasar Jaya, selain aplikasi LINIPOIN, Laper Nih, mass transit, dan Free-Wi-Fi.
    Surge mengedepankan konsep “Digital Ecosystem” dengan mengandalkan bidang usaha, pengembangan aplikasi dan perangkat lunak (Apps & Software) serta pengembangan jaringan internet dengan serat optik (fiber optic & ISP). Dengan dua bidang itu, Surge membangun ekosistem digital berkelanjutan lewat aktivasi aset-aset platform miliknya untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
    Surge mengawali usaha periklanan dengan format media digital yang disiarkan di layar televisi yang dipasang di dalam rangkaian KRL, lalu merambah ke bidang multimedia termasuk beberapa aplikasi. Sementara layanan wifi gratis bagi masyarakat sudah berjalan di 81 stasiun KA Jabodetabek, 9 stasiun luar kota dan 20 pasar, yang akan terus meluas.
    Selain TV media di KRL dan KAI, stasiun dan pasar, wifi gratis dan  jaringan internet serat optik, ada Asuransi Kita, aplikasi Jaklingko, Muslim Apps, Irma, Sobat Tani, LINIKINI yang berupa production house dan digital agency, serta media online dan medsos LINIKINI. Semuanya bisa diakses lewat perangkat teknologi.
    Surge akan melantai di Bursa Efek Indonesia secepatnya untuk mendapatkan dana publik yang bisa memperkuat modal kerja. Dengan cara itu, Surge bisa meningkatkan kualitas layanan serta memperluas ekosistem digitalnya agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat pengguna transportasi masal, petani dan pedagang kecil.
Keyakinan Surge bisa go public sangat beralasan, selain karena peluang bisnisnya sangat menguntungkan publik, juga SDM Surge terdiri dari orang-orang yang berpengalaman di bidang telekomunikasi.(bn/69)

BACA JUGA :  Dukung Dunia Pendidikan Indonesia, First Media Hadirkan Program Donasi Internet TagarBerbagiTanpaBatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *