Delapan Kegiatan Kampus Merdeka diharapkan dapat Hasilkan SDM Unggul

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam pada Konferensi Pers Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang dilakukan secara virtual, Senin (7/12). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Drjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam menjelaskan program Kampus Merdeka memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat mengambil satu semester lintas program studi dan dua semester untuk experiental learning yang mencakup delapan kegiatan Kampus Merdeka, yaitu pertukaran mahasiswa, magang, mengajar di sekolah, penelitian, proyek kemanusiaan, kewirausahaan mahasiswa, proyek mandiri, dan proyek membangun desa.

“Dengan delapan kegiatan Kampus Merdeka tersebut diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang dicita-citakan bersama,” jelas pada Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII, yang diadakan secara virtual, kemarin.

Dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi, Kemendikbud juga telah menetapkan kebijakan terkait delapan indikator kinerja utama bagi perguruan tinggi negeri. Delapan indikator kinerja utama tersebut meliputi, lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.

Kemudian, dosen berkegiatan di luar kampus, kualifikasi dan kompetisi dosen, hasil kerja dosen, program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta program studi berstandar internasional.

“Selain itu, kolaborasi sangat penting dalam membangun sinergi kampus dengan dunia usaha dan dunia industri,” terangnya.

Pemerintah, lanjut Nizam, memberikan berbagai insentif untuk mengakselerasi kolaborasi antara akademisi, bisnis, industri, komunitas, dan masyarakat. “Terdapat dua program untuk perguruan tinggi swasta yaitu matching fund untuk sinergi dengan industri dan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM),” ujarnya.

Di sisi lain, dalam mewujudkan Kampus Merdeka, maka harus dibangun ekosistem Kampus Merdeka yang dapat diwujudkan dengan menciptakan kampus yang sehat, kampus yang aman, serta kampus yang nyaman perguruan tinggi juga harus mewujudkan kampus yang bebas dari kekerasan seksual dan perundungan.

BACA JUGA :  Dirjen Dikti : Kampus dan Dunia Usaha Harus Bersinergi Membawa Inovasi dari Berbagai Talenta

“Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menerapkan empat langkah, yaitu cegah dengan cara mengedukasi seluruh warga kampus, memberikan kemudahan bagi pelapor, memberikan perlindungan bagi pelapor, serta menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh pelapor,” tambahnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *