Akun Pembelajaran digunakan Peserta Didik untuk Akses Layanan Pembelajaran Berbasis Elektronik

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud), Ainun Na’im ketika memberi paparan pada peluncuran Akun Pembelajaran, Jumat (11/12). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud), Ainun Na’im menyampaikan bahwa Akun Pembelajaran dengan domain belajar.id yang diluncurkan Kemendikbud melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dibuat dengan tujuan mendukung Belajar dari Rumah di masa pandemi.

Akun elektronik tersebut dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengakses layanan pembelajaran berbasis elektronik.

“Harapannya melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi dapat mendukung proses pembelajaran di satuan Pendidikan,” ujar Ainun Na`im ketika memberi paparan pada peluncuran Akun Pembelajaran, Jumat (11/12).

Merujuk pada Surat Edaran Nomor 37 Tahun 2020 tentang Akun Akses Layanan Pembelajaran bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, peluncuran Akun Pembelajaran juga bertujuan untuk menindaklanjuti Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemanfaatan Data Pokok Pendidikan untuk Akun Akses Layanan Pembelajaran.

Akun Pembelajaran selanjutnya dapat digunakan oleh pertama, peserta didik SD dan Program Paket A kelas 5 dan kelas 6, SMP dan Program Paket B kelas 7 sampai dengan kelas 9, SMA dan Program Paket C kelas 10 sampai dengan kelas 12, SMK kelas 10 sampai dengan kelas 13, dan SLB kelas 5 sampai dengan kelas 12. Kedua, pendidik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ketiga, tenaga kependidikan yaitu kepala satuan pendidikan dan operator.

“Penggunaan Akun Pembelajaran bersifat opsional. Apabila Akun Pembelajaran tidak diakses oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sama sekali sampai 30 Juni 2021 maka Akun Pembelajaran tersebut akan dinonaktifkan secara otomatis,” terangnya.

Ainun menyampaikan bahwa Akun Pembelajaran dibuat dalam bentuk Akun Google dengan domain @belajar.id. Ia menjelaskan beberapa alasan mengapa dibuat dalam bentuk akun Google.

BACA JUGA :  PPI Kobe Berikan Kontribusi terhadap Pemulihan Indonesia dari Pandemi Covid-19

“Pertama, Akun Pembelajaran otomatis mendapatkan akses ke layanan pendukung pembelajaran dalam G Suite for Education yang siap pakai dan telah banyak digunakan publik,” jelasnya.

Kedua, pembuatan dan penggunaan Akun Pembelajaran bebas biaya. Ketiga, penggunaan layanan pendukung pembelajaran dalam G Suite for Education bebas biaya. Keempat, sistem Google mampu mengelola puluhan juta akun sekaligus dengan keamanan tingkat tinggi.

Kelima, akun yang sama dapat digunakan untuk mengakses layanan lain milik Kemendikbud, serta berbagai layanan pembelajaran lainnya di luar ekosistem Google. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *