Kemendikbud telah Rancang Platform Digital dalam Bangun Ekosistem Reka Cipta

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa Kampus Merdeka merupakan suatu konsep yang bertujuan memperkuat lulusan agar dapat siap untuk bekerja, gesit, dan berorientasi masa depan melalui kemitraan yang kuat dengan industri dan membangun ekosistem inovasi antara universitas dan industri.

Disinilah diperlukannya kolaborasi atau kerja sama antara sektor pendidikan dan sektor industri dalam menciptakan sebuah reka cipta sehingga dapat meningkatkan produksi dan distribusi di sektor domestik maupun global.

“Perguruan tinggi dapat menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan performa industri di dalam negeri maupun secara global,” jelas Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim.

Mendikbud mengatakan bahwa saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merancang sebuah platform digital yang akan menjadi wadah bertemunya reka cipta/inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Platform ini dinamakan Kedai Reka.

“Platform Kedaireka dibuat dalam membangun ekosistem Kampus Merdeka dengan harapan akan menjadi wadah kolaborasi nyata pertemuan antara perguruan tinggi dengan dunia industri sebelum mengajukan hibah Matching Fund,” katanya.

Adapun Matching Fund merupakan bantuan dana yang diberikan untuk melengkapi atau memperkuat sebuah program hilirisasi karya reka cipta perguruan tinggi dengan industri atau investor. Adanya potensi dan peluang yang besar serta kebutuhan dunia industri atas hasil reka cipta perguruan tinggi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Total dari matching fund yang tersedia saat ini sebanyak Rp 250 Miliar. Keuntungan dari matching fund itu sendiri adalah mengurangi potensi kerugian di tahap research and development, menambah jumlah penerima manfaat, menghasilkan produk dengan tingkat kesiapan teknologi yang lebih baik, melibatkan lebih banyak insan pendidikan tinggi (Dikti) dalam kolaborasi, serta mendorong terjadinya dialog dan menyusun proposal bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Besok, Kemendikbudristek Gelar Festival Kampus Merdeka

Melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang di atas komitmennya untuk memperkuat pengembangan ekosistem reka cipta dan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi digital. Mendikbud berharap dapat memberikan dampak yang lebih positif bagi SDM dan perkembangan industri kedua negara.

“Penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) ini akan menjadi sejarah dalam memperkuat kemitraan dan mengembangkan ekosistem inovasi dengan harapan dapat memberikan kesempatan bagi SDM Indonesia untuk dapat terlibat dalam mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan industri,” pungkasnya.

Sementara, Ryota Takeda selaku Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menyampaikan mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung SDM yang dapat melahirkan inovasi disruptif.

Melalui kerja sama yang telah dibangun dimungkinkan untuk bertukar SDM (inventor dan inovator, profesor dan mahasiswa), bekerjasama dalam program sarjana dan pascasarjana, menghubungkan hub jaringan INNO-vation dengan Kedaireka, melibatkan perusahaan dengan universitas, baik dari Indonesia maupun Jepang.

Bahkan, beberapa mitra program INNO-vation sudah menerima magang Indonesia dan ada pula yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

“Mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung sumber daya manusia yang dapat melahirkan inovasi disruptif,” terangnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *